Happy Reading? Like dulu sebelum baca Langit telah membuka tabirnya, menampakkan mentari yang bergerak dari ufuk timur, menerangi setiap tempat yang ada di bumi. Hingga perlahan mengusik tidur lelap setiap orang yang ada di bumi ini. Brian perlahan mengerjapkan kedua matanya, yang terganggu akibat silaunya mentari pagi. Pria itu menyunggingkan senyum manisnya, ketika menyadari sesosok gadis cantik menyambut paginya. "Selamat pagi gadisku." Gadis itu masih memejamkan matanya rapat, seolah enggan untuk membukanya, dengan tangannya yang tidak pernah lepas dari pinggang Brian. Cahaya sang surya yang menelisik lewat gorden tipis di kamar itu, menjamahi kulit wajah gadis itu, membuat wajahnya terlihat begitu bersinar, layaknya malaikat yang berdiri di tengah kumpulan awan-awan putih yang

