Happy Reading Like dulu sebelum baca? "Daddy..." panggil Aqira sesaat setelah masuk ke dalam kamar VIP itu. Di dalam sana ada Brian dan Mommy yang berdiri mengelilingi Darman yang tengah berbaring di brankar rumah sakit, dengan selang infus melekat di salah satu tangannya. "Menantuku... kemarilah." lirih Darman Aqira mendekati Darman. "Bagaimana keadaan Daddy, apakah sudah lebih baik?" tanya Aqira cemas. Darman memegang tangan Aqira, "Daddy tidak apa-apa Nak. Mungkin ini hanyalah pertanda jika hidup Daddy sudah tidak lama lagi." ucap Darman lemah. "Jangan bicara seperti itu Dad, Daddy pasti akan sembuh." ucap Aqira dengan air mata yang sudah berkaca-kaca. "Daddy ini tidak lucu, jangan mati dulu, auu...." Brian memekik karena tiba-tiba Aqira mencubit lengannya. "Kenapa mencubitk

