Brian kembali ke kamar saat tengah malam, melihat Aqira yang sudah tidur terbungkus selimut di atas sofa. Pikirannya terbayang ciuman panasnya bersama Aqira beberapa jam lalu. Dia tidak menyangka gadis ini menolaknya, Aqira satu satunya wanita yang pernah menolak seorang Brian. Padahal banyak wanita wanita di luar sana berlomba lomba menarik perhatiannya dan dengan senang hati menyerahkan tubuhnya pada pria itu. Bisa saja Brian memaksa Aqira melakukan hal lebih jauh lagi, tapi gengsi menguasai dirinya, Brian tidak ingin terlihat mendambakan gadis itu. Brian tersenyum menyeringai sambil memperhatikan Aqira yang sudah terlelap. Berani sekali gadis sepertimu menolakku. Lihat saja, aku akan membuatmu tergila gila padaku, tidak ada seorangpun yang bisa menolak pesonaku. Seperti biasa Aqira

