Di kamar mandi, Brian langsung mengguyur tubuhnya di bawah shower yang sudah panas dingin sedari tadi. Membasahi tubuhnya dengan air dingin setidaknya bisa meredakan hasrat yang ditahan saat melihat tubuh telanjang Aqira. Gadis rubah itu, kenapa begitu menggoda? gumam Brian masih membayangkan tubuh Aqira. Kalau saja aku masih berlama lama dekat dengannya, aku tidak yakin tidak akan menerkamnya saat itu juga. Sekitar empat puluh lebih menit Brian di kamar mandi untuk menuntaskan hasrat tertahannya di kamar mandi. Saat keluar dari kamar mandi, Brian mendapat tatapan tajam dari Aqira. "Kenapa memelototiku, apa perlu kucongkel matamu itu?" membalas tatapan tajam Aqira. "Mandi sampai selama itu, kau mandi atau tidur di dalam sana? Kau tau aku sudah kegerahan dari tadi menunggumu!" mendel

