Pagi ini, Aqira bangun lebih cepat dari sebelumnya, lalu melakukan aktivitasnya setiap pagi. Semalam Aqira kembali ke kamarnya hampir tengah malam, ia terlebih dulu memastikan suaminya sudah tidur. Ia terlalu malu bertemu dengan pria itu, sudah dipastikan pria itu akan menertawakannya lagi. Aqira merutuki dirinya sendiri, yang dengan beraninya menyentuh d**a pria itu. Huh kenapa dia yang salah? Salahkan saja pria itu kenapa memiliki tubuh sebagus itu. Saat menyusun makanan di atas meja makan, Aqira terpekik kaget karena Brian tiba tiba duduk di sampingnya. "Kenapa?" ucap Brian memandang wajah cantik Aqira. "Ti..tidak apa apa..." jawab Aqira terbata bata. "Kau ingin mengulanginya lagi?" Brian tersenyum licik. "Hah...?" "Kau ingin menyentuhku lagi?" "A..apa maksudmu?" "Aku akan m

