Rindu

836 Kata

Di sepanjang perjalanan menuju kantor, Brian selalu menampakkan wajah berseri serinya. Joe sampai heran melihat sikap tuan mudanya pagi ini. "Sepertinya Anda terlihat senang pagi ini tuan?" tanya Joe melirik dari kaca depan mobil itu. "Ahh.. tidak ada, fokuslah menyetir." ucap Brian dan dengan cepat mengubah wajahnya menjadi dingin seperti biasanya. Brian memejamkan matanya, membayangkan wajah Aqira yang terlihat senang karena bisa melanjutkan pendidikannya. Ternyata sesederhana itulah kebahagiaan gadis itu. Tidak seperti gadis lain, yang berjingkrak senang ketika mendapatkan kemewahan dan bergelimang harta. Muncul seberkas penyesalan dalam benak Brian saat mengingat bagaimana perbuatannya pada gadis itu. Apalagi saat mengingat pada malam itu, membuatnya menjadi iba terhadap gadis it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN