Happy Reading all Like dulu sebelum baca Wanita itu menarik napasnya dalam hingga berulang kali, bertujuan untuk meredakan luapan tangisnya yang tercekat di tenggorokannya. Tangan mungilnya bergerak menghapus sisa-sisa air mata yang membasahi pipinya. Tangan kirinya masih terkepal kuat, meremas gambar foto yang menjadi sumber kekalutannya saat ini. Manik coklatnya memandang nanar taman bunga di depannya, yang bergoyang melenggak akibat terpaan angin malam. Beberapa saat wanita itu meluapkan tangisnya, setidaknya itu dapat meredakan segala rasa sakit yang ada dalam hatinya. Setelah pikiran wanita itu cukup jernih, Aqira mulai memikirkan apa yang akan dilakukannya setelah ini. Dirinya tidak boleh gegabah, setidaknya dia harus tahu kebenarannya terlebih dahulu. Aqira ingin tahu bagaim

