Hari yang ditentukan
"Adik kecil mau kemana,? " Ucap Hanna
"Main. " ucap anak kecil tersebut.
"Mamah kamu dimana,? Ayo Kaka anterin ke tempat mamah kamu,."ucap Hanna
Saat Hanna menggandeng anak kecil tersebut untuk mencari orang tuanya.
"Putri Putri ,. "ucap Rian,. yang panik mencari putri.,
Dan dari ke jauh'han teriak lah seorang anak perempuan yang memanggil Rian
"Omm Rian .?" Teriak putri bersama Hanna
" Itu Om kamu.??" ucap Hanna.
"Iya itu Om aku,." jawab Putri.
"Kamu dari mana aja om nyariin kamu tau..?? " ucap Rian..
"Ini pak tadi saya liat dia sendirian di depan Lift, takutnya nanti dia masuk Lift. " Ucap Hanna.
"Kamu jangan jauh jauh nanti kalo kenapa Napa gimana om kan sedih. " Ucap Rian, dan Rian langsung menggendong Putri.
"Mbak makasih yaa ..," ucap Rian.
"Baik pak sama sama.." ucap Hanna
"Dadah Kaka." ucap Putri.
"Dadah juga adik,." Jawab Hanna. Sambil tersenyum.
"Besok besok kalo lagi di luar Jagan jalan sendirian yah sayang, nanti kalo kamu di culik gimana, ? " ucap Rian.
"Iyaa om,.". Jawab Putri
"Yuk kita ke tempat Om main di sana Aja.. " ucap Rian
~ Tok Tok Tok~ Suara pintu diketuk.
"Masuk.." ucap Rian .
"Mamah .... Teriak Putri..
"Kamu mau pulang gak, ?" ucap Ka Elisa.
"Gak mau, aku masih mau main sama om Rian..." Ucap putri
"Biarin aja si ka,. Nanti kalo dia mau balik aku antar si. " Ucap Rian
"Yaa udh mamah temenin kamu dah di sini ucap Elisa ke anaknya.." ucap Elisa
"Rian kamu udh ketemu calon istri kamu,? " ucap Ka Elisa.
"Belum ka.." .jawab Rian
"Lah bukannya keluarga mereka udh datang kerumah beberapa hari yang lalu,.?" Tannya'' Elisa.
"Iya tapi karna satu hal aku gak balik ,. "Jawab Rian
"Gak boleh gitu kamu, mereka udh Dateng bertamu,. kamu malah gak ada di rumah." Ucap ka Elisa.
"Abis mau gimana lagi ka,. Aku belum siap nikah, lagi juga aku gak tau cwe seperti apa yang bakal aku nikahin,, dan Lagi aku udh punya Pacar ka, " Jawab Rian
"Pacar akhhhh,. Pacar kamu mah orang gak beres semua,." ucap Ka Lisa.
Rian'pun Hannya diam,
"Nanti kita yang gantian bertamu ke rumah mereka, kamu Jagan sampe gak datang," ucap Ka Elisa.
"Baik.. " Jawab Rian.
Rian'pun langsung menuruti omongan ka Elisa,. Cuman Elisa yg bisa membuat Rian Nurut,. Yaa karna dari kecil Elisa selalu bersama Rian apa lagi kedua orang tuanya jarang di rumah waktu mereka masih kecil, dan ka Elisa selalu jadi sosok Kaka yang selalu melindungi Rian,,.
Apa lagi waktu masih SMP kak Elisa pernah berkorban untuk Rian, saat Rian hampir kecelakaan waktu itu mereka berantem dan Rian marah marah ke ka Elisa dan saat di jalan Rian tidak melihat kendaraan yang melaju ke arah nya,
Elisa yg melihat' itu mendorong adiknya agar tidak ditabrak motor,tapi naas malah Elisa yg tertabrak, ka Elisa tidak sadarkan diri selama 3 hari di rumah sakit, dan semenjak itu Rian merasa bersalah kepada kakaknya .
Makannya sampai sekarang Rian tidak pernah membantah perintah ka Elisa ., karna Hannya sosok kakak'nya yang selalu mengerti perasaan Rian dan sosok yang selalu ada untuk Rian.
"Yahh ini bener jalannya, ? " ucap Rian.
Mereka berjalan masuk ke dalam gang kecil,. Dan gang itu muat Hannya 1 motor,. Makanya mereka berjalan' dan meninggalkan mobil mereka di luar.
"Ini jalan banyak belokannya bisa nyasar gw, ucap Rian dalam Hati.
Dan merekapun sampai di rumah besannya,.
"Ka ini bener rumahnya,." ucap Rian dengan nada seperti menghina..
"Ussstttt yang sopan,. " Ucap kak Elisa..
~ Sraak Srakkkk~ Sura tikus lewat,.
"Anjir kaget ,." ucap Rian yg mengagetkan..
"Rian..!" ucap Kak Elisa.
"Aku kaget ka tikus lewat,. " ucap Rian
~Tok Tok Tok~permisi assalammualaikum.
"Iya tunggu,. " Jawab pemilik rumah.
"Yaaa Apun ,masuk Pak Irwan masuk Bu," ucap pemilik rumah tersebut,. Bentar yaaa pak Bu.
Mereka tidak memiliki sofa duduk Hannya beralaskan tiker plastik, dan tiker merekapun bisa di bilang sudah tidak layak,sudah kotor dan banyak berlubang dan mudah sobek,,
Karna Rian baru bertamu ke rumah yang modelnya seperti ini dia tidak nyaman,. Tapi untuk orang tua Rian dan ka Elisa mereka biasa'saja,karna mereka menghargai ,beda dengan Rian..
~ plak~ , menepuk badan Rian,.
"Diem kenapa dek .." ucap kak Elisa.
"Saya kira bapak sama ibu masih lama datangnya, makannya saya belum siap siap untuk menyambut bapak sekeluarga,." ucap ibu tersebut.
"Gak usah repot repot Bu,. Jawab ibu'nya Rian
"Ini Hanna masih kerja Bu,?" Ucap ayahnya Rian.
"Kalo jam segini mah,. Paling lagi di jalan dia pak, bentar lagi juga sampe ko, " ucap ibu Hanna.
"Sialan itu cewe aja masih kerja,." ucap Rian Dan hati
~Serak Serak~
" Assalamualaikum," ucap wanita tersebut.
"Walaikum salam,?."
"Ini anak gadisnya baru pulang kerja . " ucap ibu Rian
Diapun masuk dan bersalaman,.dan Rian belum memandang ke arah wanita itu .
"hallo Kaka ketemu lagi , ?" ucap Putri, sontak membuat Rian kaget, dan melihat Wanita itu,
"Lahhh putri pernah ketemu Kaka itu,? " Ucap Elisa.
"Dia kerja di gedung yang sama dia cleaning servis, " .bisik Rian,
"Tadi putri nyasar di kantor untung di anterin sama Kaka ini. " ucap Rian.
"Helm berati kalian tadi ketemu doang, " ucap si Ayah.
"Iya om " , ucap Hanna,.
"Ohh iya yaa, waktu itu Hanna juga cerita ke kita kamu kerja di gedung Sentral 88." Ucap ibu
Hanna pun hanya tersenyum..
"Keluarga Hanna tidak tau bahwa Gedung tempat Hanna kerja itu milik keluarga Rian.
"Bu untuk mempersingkat Waktu, lebih baik saya langsung ke intinya aja bagai mana,? " Ucap Ayah Rian .
"Jadi saya di sini sekuat ingin melamar anak ibu untuk anak saya, dan acara pernikahannya saya mau di percepat yang penting Akad nya saja yang di percepat biar Sah dan urusan pesta pernikahan bisa kita atur nanti.." ,ucap Ayah Rian
Rian'pun kaget mendengar ayah berbicara seperti itu, soalnya dia bilang hanya pertemuan biasa kenapa malah lamaran..
Saat Rian ingin protes Kak Elisa mencubit dan menatap tajam Rian, dan akhirnya Rian mengikuti Alur saat itu.
Dan akhirnya kedua keluarga sudah sepakat, dan acara akad akan dilaksanakan Jumat depan,dan sekarang hari Senin, berarti 4 hari lagi,.
Untuk pestanya akan dilaksakan 2 bulan kedepan,. Sepanjang jalan menuju rumah Rian syok dan tidak bisa berkata apa apa lagi. Sampai rumah di langsung masuk ke kamar dan meratapi nasibnya.
Bayangan Rian saat ini,. Dia seperti seorang narapidana yang akan menunggu di Hukum mati..
"Kenapa mesti gw yg ngalamin seperti ini,. ?" Ucap Rian di dalam kamar.
"Masa gw nikah sama cleaning servis si, gimana kalo mantan mantan gw pada tau, " ucap Rian.
"Mana itu cewe biasa aja pula gak ada modis modis nya..." Ucap Rian
~ tok tok tok~ serak suara pintu di buka.
"Kaka kira kamu gantung diri De,." Ucap ka Elisa
"Tapi calon kamu Menurut Kaka cantik ko,?" .ucap Ka Elisa
"Cantik doang,. Tapi kuper sama aja bohong,." Ucap Rian
"Yang ada bikin malu aku doang,. " Ucap Rian
"Jangan ngomong begitu,. Kamu Kan belum kenal dia lebih jauh,. Kaka malah berani jamin malah kamu nanti yang jadi bucin ke dia kedepannya haha . " ucap Ka Elisa.
* * * * *
~Bersambung