Tak lama kemudian mereka sampai di depan gerbang panti asuhan pelangi. Rendi segera turun dari mobil, tak lupa dia membawa kantong kresek yang berisi barang dagangannya. Juga tak lupa membawa jas hujan miliknya. Tania segera menutup pintu mobil. Angin menerpa wajahnya, dia memegang payung erat-erat, takut kalau payung itu lepas dari genggaman tangannya. Dia berjalan pelan. Dalam hati terus melantunkan doa, berharap takdirnya bertemu dengan Delon. Konblok menutupi tanah becek yang terkena tetesan hujan. Sementara dedaunan gugur itu basah berserakan. Tak sedikit dahan ranting patah akibat hujan lebat disertai angin. Ummi keluar menyambut Rendi yang sudah dua hari tak pulang. Tania terperangah. “Kamu dua hari nggak pulang?” tanya Tania. “Lalu cerita kak Delon mau ke Riau itu, dua ha

