Tania Bab 23

1187 Kata

Tania berjalan menunduk dan membuang kasar tisu itu ke atas jok di sebelahnya. Dia mengempas bokongnya. Menarik napas, kemudian merobek bungkusan tisu dan mengambilnya beberapa lembar, lalu membuang ingusnya. Tania memutar setir dan melajukannya, dia keluar dari halaman panti asuhan itu.  Tania memang tak bersuara, tapi air matanya membuktikan bahwa dia benar-benar sedih. Tania tak bisa menangis meraung-raung. Dia selalu menangis dalam diam. Lalu kembali mengambil tisu dan menyeka air matanya.  Tania masih kuat menyetir, meski dia dalam keadaan sedih. Namun, Embun di matanya berhasil membuat penglihatannya berkabut, dia menginjak rem dengan kasar, karena tiba-tiba seseorang lewat di depan mobilnya untuk menyebrang. Tania segera menurunkan jendela, kepalanya menganjur ke luar. “Maaf ya pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN