Delon keluar dari mobil dan berjalan ke depan, sesaat kemudian dia sudah berdiri di depan pintu mobil dan meminta Tania untuk bergeser. Dengan hati-hati Tania bergeser duduk di sebelah kemudi. Seperti biasa jika Delon yang menyetir dia akan puas memandangi wajah tampan pria itu. “Good looking,” kekehnya. Delon menoleh, tersenyum dengan tipis. “Kamu duduk yang benar,” ucapnya sembari mendekat. “Pasang seat beltnya.” Dia menyatukan seat belt itu. Tania hanya tersenyum melihat Delon begitu memanjakannya. “Lihat ke depan, jangan lihat ke aku terus.” Dia memutar kepala Tania agar menatap lurus ke depan. “Nggak mau.” Tania menggeleng pelan. Dia tetap menghadap Delon menatap nanar pria itu. “Aku takut, jika tiba-tiba kamu menghilang,” ucapnya. Lagi-lagi Delon hanya tersenyum tipis. Tania bena

