Keluhan Pabrik

1360 Kata

"Selamat siang," sapa Uti membuat Arni kaget. "Eh, Uti," ucap Arni yang langsung mencium tangan Uti. 'Aduh' gumamnya dalam hati saat Anis dan beberapa rekan kerjanya menatap ke arahnya. Ia reflek melakukan cium tangan pada Uti yang pasti membuat orang yang melihat bertanya-tanya. "Di sini atau mau di ruang prioritas, Uti?" tanya Arni. "Di sini aja gapapa," sahut Uti seraya duduk di kursi nasabah. "Dari mana tadi? Uti sendiri aja?" "Sama supir. Tadi barusan dari kantor Dipa," jawab Uti tersenyum. "Ada yang bisa saya bantu, Uti?" "Jadi kapan kamu sama Dipa?" "Ha?" Arni tercekat. "Gak perlu lama-lama, Uti yakin sama kalian berdua," ucap Uti lagi membuat Arni kikuk. Ditodong pertanyaan seperti itu, ia masih bingung untuk menjawab apa. "Nanti saya bicara sama Mas Dipa dulu ya, Uti,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN