Masih menggunakan handuk, Arni mengeluarkan seragamnya dari dalam tas dan hendak memakainya. "Kamu ngapain?" pertanyaan dari suara yang sangat dikenalnya membuat tubuh Arni mematung. Beruntung ia dalam posisi membelakangi pintu kamar yang memang dalam keadaan terbuka. "Mas Dipa yang ngapain?" bentak Arni mengambil lagi handuk yang ia letakkan di atas kasur kemudian memakainya lagi. "Kan sudah pernah aku bilang kunci pintunya," ucap Dipa santai. "Iya, terus ngapain masih di situ?" tanya Arni kesal karena Dipa tetap tak beranjak. Tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, Dipa menutup pintu kamar. "Mas Dipa!" seru Arni karena Dipa malah ikut masuk ke dalam kamar. Arni lalu membawa seragamnya masuk ke dalam kamar mandi dan mengenakan. "Huh," dengusnya kesal seraya keluar dari kamar mand

