Hari pertama yang sangat di luar dugaan Arni. Begitu usernya mau, dan siap melayani nasabah, setelah ia menekan nomor antrian, seorang pria mengenakan setelan jas berwarna hitam berjalan menuju mejanya. Senyum yang terpasang di bibir perlahan mulai memudar. 'Ngapain lagi sih Mas Dipa ini' gumam Arni yang masih saja berdiri saat pria itu telah sampai di depan matanya. Tetap harus bersikap profesional, Arni menyambut pria berjas itu dan mempersilahkannya duduk. "Selamat siang Bapak, dengan saya Arjani. Apa kabarnya hari ini?" Meski sedikit kesal karena masih saja bertemu dan harus berurusan dengan pria ini, ia tetap harus memberikan layanan yang terbaik untuk nasabah di depannya ini. "Kurang baik dan itu semua karena kamu!" Arni menelan salivanya. Sedikit bingung dengan perkataan Dipa.

