Menatap wajah Dipa yang begitu tenang saat tidur membuat Arni begitu bersyukur dipertemukan dengan Dipa. Meski di awal Dipa sangat mengesalkan, namun pada akhirnya ia malah terjerat dengan semua sikap dan perhatian lelaki itu. Perlahan turun dari tempat tidur, Arni masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya. Ia lalu berjalan menuju dapur, menyiapkan sarapan untuk Dipa. "Hmm…" Mencicipi nasi goreng yang dibuatnya membuat rasa lapar di perutnya makin menjadi-jadi. Arni kembali ke kamar dan melihat Dipa yang masih tertidur pulas. Duduk di tepi ranjang, ia mengamati wajah Dipa sambil senyum-senyum sendiri. "Ar, kalau aku dilihatin begitu aku jadi lapar," ucap Dipa seraya membuka matanya. Meregangkan otot-ototnya, Dipa menyapa Arni. "Pagi, Mas," sahut Arni. "Kamu sudah m

