Meski masih ada beberapa hari lagi, Arni sudah sangat excited untuk membereskan pakaiannya. Seperti hari ini, ia hanya menyisakan satu baju batik dan dua pasang baju ganti di lemari, sementara pakaian yang lain sudah masuk ke dalam koper. "Mbak Arni." Terdengar namanya dipanggil disertai dengan suara ketukan pintu kamar. "Iya," sahutnya sembari berjalan membuka pintu kamar. Ia mematung sejenak saat melihat siapa yang berada di belakang Andi. "Ada tamu, Mbak," ucap Andi seraya berbalik meninggalkan kamar Arni. "Mau pulang ke Jakarta ya," ucap Dion dengan senyum liciknya. "Kamu mendingan pergi dari sini." Ingin rasanya berteriak namun ia tetap harus menjaga ketenangan tempat ini. Dion berjalan mendekat dan berdiri di samping Arni. "Ini, ini, ini," ucapnya dengan jemari tangan lincah me

