Terdengar suara ketukan dari luar kamar membuat Arni yang sebenarnya sudah bangun dari tadi namun masih bermalas-malasan di atas kasur, harus membuka pintu. "Pagi, Ar." Dipa tersenyum di depan pintu. Mengenakan celana training dan baju kaos Dipa mengajak Arni untuk keluar. "Sepagi ini mau kemana, Mas?" tanya Arni bingung. Masih jam lima pagi. Matahari juga masih bersembunyi di peraduan. "Ya udah ayo," ajak Dipa. Masih mengenakan baju tidur ia duduk di belakang Dipa yang telah siap di atas sepeda motor. "Mas, mau kemana?" tanya Arni lagi. "Olahraga tipis-tipis lah," sahut Dipa. Mereka telah berkendara membelah jalan yang masih sepi. Udara lumayan dingin sehabis hujan tengah malam tadi. Sekitar lima belas menit kemudian, mereka memasuki kawasan pantai. Memarkirkan motornya di dekat w

