Arni tiba di kantor sedikit lebih pagi dari biasanya. Selesai membenahi penampilannya, ia segera menuju ke meja kerjanya. Ia begitu serius menatap layar komputer, mengetik surat pengunduran diri dan surat pernyataannya. "Semoga dilancarkan," ucap Arni yang kemudian mengambil dua lembar kertas dari mesin printernya dan memasukan kertas tadi ke dalam map. 'Oh iya, mau ngajuin cuti kan' gumamnya dalam hati. Ia kembali ke mejanya dan mencetak formulir pengajuan cuti. Jam layanan telah tiba, Arni dan petugas frontliner lainnya sudah siap melayani nasabah. Satu per satu nasabah dipanggil sesuai dengan nomor antriannya. Saat antrian nasabah sudah mulai sepi, Arni mengambil mapnya tadi dan berjalan menuju meja Bu Ita. "Ada apa, Ar?" tanya Bu Ita saat melihat siapa yang mengetuk pintu ruangan

