Mimpi Buruk

1019 Kata

Setelah memarkirkan mobil, Lian dan Arni berjalan masuk ke dalam rumah Uti. "Bos," sapa Lian melihat Dipa duduk di ruang tamu dengan kaki yang terangkat ke atas sofa. "Akhirnya kalian datang juga. Biasanya aku dari kantor Arni ke rumah cuma tiga puluh menit, ini kalian sampai hampir satu jam," ucap Dipa. "Macet, Bos. Ya ampun yang gak sabar nunggu pujaan hatinya datang," goda Lian. "Kamu bisa gak sih ambil cuti aja, Ar?" tanya Dipa. "Cuti buat apa, Mas?" "Biar bisa jagain aku di sini. Seminggu mungkin," kata Dipa. Uti datang bergabung dengan mereka duduk di ruang tamu. "Nanti aku coba usahain ya, Mas." "Harus bisa," sahut Dipa lagi. "Iya, Mas. Diusahain," ucap Arni lagi. "Kalian berdua ini." Uti memandang Arni dan Dipa bergantian. Berada di rumah Uti hampir tiga jam, Arni akhirn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN