Curahan Hati Arni

1014 Kata

"Ar, kamu serius?" Menghela nafas panjang, Arni mengangguk. "Aku bingung harus gimana lagi, Nis." Sambil bercerita, Arni membereskan pekerjaannya tadi siang. "Kenapa gak jujur aja sama itu, siapa? Dipa ya? Kamu kan sama dia sudah dekat." "Gak semudah itu, Nis. Aku takut," ucap Arni. "Takut apa? Kan kamu sama itu, nasabah Mbak Niken tadi gak ngapa-ngapain. Kalau aku, wajar kalau pacaran itu cium sama peluk. Kamu gak …" Anis ragu untuk meneruskan ucapinnya. "Ya gak lah, Nis. Aku gak sejauh itu sama dia," sahut Arni cepat. "Lah terus?" "Gilanya dia punya video, foto-foto selama kita pacaran dulu." "Cuma foto sama video kan, Ar? Apa yang ditakutkan? Ketakutan kamu gak beralasan." "Kalau itu semua disebarluaskan?" "Ya kamu bisa tuntut balik. Ngapain takut, Ar. Pencemaran nama baik, a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN