Merebahkan diri di atas kasur, Arni baru saja mengantarkan Dipa untuk istirahat di kamarnya. "Belum tidur kali ya?" Arni menatap jam yang telah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Mengirimkan pesan pada Anis, tak berapa lama Anis meneleponnya balik. "Gak ganggu kan, Nis?" tanya Arni. "Nggak. Ada apa, Ar?" "Ngapain Dion ke tempat kamu kemarin?" "Astaga, padahal kemarin pengen langsung cerita sama kamu. Tapi lupa saking banyaknya maintenance data nasabah. Biasanya dia nyariin kamu," ucap Anis. "Terus kamu bilang apa, Nis?" "Aku bilang aja cuti. Tapi dari luar dia gak keliatan gilanya ya. Kayak waras-waras aja," ucap Anis. "Bunglon. Bisa berkamuflase." "Tapi ingat cerita kamu tentang dia, rasanya aku pengen ninju dia. Tampang boleh oke tapi kelakuannya gak oke banget," ucap An

