Ara memasuki lift diikuti dengan Raline, hari sibuk pun dimulai. Setelah beberapa hari Raline tinggal di apartemen Arbiaz, Ara semakin sering menggoda Raline , entah menjadi kompor entah hal lain yang membuat Raline semakin terbiasa dengan tingkah Ara. "Ara lo ga capek apa ya iseng terus?" "Sekali - kali kan." "Ga sehat lo Ra ..." Raline dan Ara segera melangkah keluar dari lift , memasuki ruangan penuh kubikel . Suasana kantor masih belum terlalu ramai , walaupun waktu sudah menunjukan jam setengah delapan pagi. "Ra , nanti sore lo ada acara ga?" "Kenapa? lo mau ajak gue makan?" "Iyah, ajak brio juga yah." "Asikkkk, ada apaan deh lo nraktir kita? Lo udah jadi pacar sah nya Bi---" "Shuttt, brisik banget lo ra. Ngga kok , gue cuman mau ngajak lo berdua makan aja sebagai rek

