11

1480 Kata
Selamat membaca sorry baru up "apa lagi yang mau kak Vanya jelasin?" Tanya Lavasha. Zaldi langkah mundur untuk masuk ke kamar Lavasha "........" "Lagi yang harus saya denger dari penjelasan kakak? Toh semuanya udah jelas kan. Kerjaan kakak sama aja sama ibu. Kenapa si semua orang yang aku sayang ngecewain aku? Aku kira kakak gak gini. Aku kira cuma ibu yang ngecewain aku. Dari dulu aku SMP kelas tiga aku mutusin buat pergi dan berhasil hidup sendiri dan kakak tau alasannya apa. Tapi kenapa kakak ngelakuin hal yang sama "suara Lavasha mulai parau. Zaldi masih berada di balik pintu "........" "Iya memang. Kakak yang membeliin mobil tapi asal kakak tau semua biaya kuliah aku semua hasil kerja aku malah mengeluarkan uang aku pake uang dari kakak dan pada akhirnya aku ganti. Membeli biaya untuk Zaldi iya itu dari kakak." "......." "Aku bisa biayain Zaldi" "......" "Terserah" "......" "Emang harus gitu kan. Udahlah kak anggap aja Aku bukan adik kakak. Kalau kamu emang kakak mau ngirim uang aku janji semua hanya untuk Zaldi bukan untuk aku" "......." "Yasudah" Lavasha terdengar menutup telponnya "arrrgh" pekik Lavasha dan Zaldi menarik nafas lama lalu mengetuk pintu kamar Lavasha yang sedikit terbuka "apa Zal masuk aja" jawab Lavasha "Kenapa?" Tanya Zaldi yang duduk di sebelah Lavasha yang pura-pura baik saja "Kenapa? Kenapa apanya? Kakak gak kenapa-napa" "Kakak nangis kan?" "Enggak." "Maafin Zaldi yah kak banyak ngerepotin kakak walaupun uang itu selalu dari kak Vanya tapi tanpa kakak semuanya juga gak berarti. Aku dengar semua yang kakak bicarain sama kak Vanya. Aku paham alur masalahnya aku ngerti dan kakak gak usah sembunyiin apa-apa lagi. Zaldi udah cukup dewasa buat bisa ngerti semuanya. Kakak jangan Pendem semuanya sendiri. Bagi Zaldi kakak ibu. Dan aku paham tentang kakak sekarang, aku paham tentang apa yang terjadi antara kakak sama kak Vanya" Zaldi menunduk disamping Lavasha yang kini sedang menangis "Kakak gak ngerasa di repotin. Kakak ngerasa seneng bisa besarin Zaldi sampe Sekarang. Kalaupun masalah kakak sama kak Lavanya gak usah difikirin karna mau gimanapun kak Lavanya dia tetep kakak kita. Dan untuk urusan Zaldi yang udah dewasa kakak janji mulai sekarang kakak bakalan cerita ke Zaldi." Jelas Lavasha dengan tangannya yang menghapus air matanya yang turun berkali-kali "Makasih kak. Janji yah jangan ada yang kakak sembunyiin dari Zaldi" "Janji Zal" jawab Lavasha dan Zaldi ikut tersenyum walaupun dalam hatinya ada hal yang membuat dirinya tidak enak kepada Lavasha dan tentu keinginan untuk kembali bersatu rukun dengan keluarganya utuh selalu terbayang oleh Zaldi. ☘☘☘ Lavasha berjalan melewati koridor rumah sakit dan tidak sengaja berpapasan dengan Kavi. "Lavasha" sapa Kavindra "Eh Dok" jawab Lavasha berusaha untuk bersikap sopan "Lagi gak kerja?" Tanyanya "Emmh iya Dok buat makan siang udah siap" belum sempat Kavindra menjawab kembali suara hp tanda telpon masuk terdengar. Itu hp Kavindra. "Hallo Kay" sapa Kavindra terlebih dahulu membuat Lavasha membelakan matanya ".........." "Oke Abang tunggu di depan. Kamu bawa mobil?" "........." "Oke" dan Kavindra menutup telponnya dan Lavasha hanya melongo dengan semua fikiran yang kacau diotaknya. "Eh Sha. Saya duluan" pamit Kavindra "Oh i-iya Dok" Lavasha tersenyum dan Kavindra berlalu Lavasha yang akan ke kantin akhirnya kembali keruangan nya. "Eh kok balik lagi?" Tanya Lentera. Lavasha diam, duduk dan hanya melamun "Sha? Lo baik-baik aja?" Tanya Kimmy yang melihat bahwa Lavasha tidak sedang baik-baik saja. "Sha?" Panggil Lentera. Lavasha masih tidak bergeming "Sha?" Panggil Kimmy Lavasha masih fokus dengan lamunannya "Lavasha" teriak Lentera yang membuat Kimmy memelototi Lentera. "Eh, hah? Iya? Apa? Ada apa?" Tanya Lavasha gelagapan "Ih Lo kenapa si?" Tanya Lentera "Kenapa? Kenapa apanya. Gue baik-baik aja" jawab Lavasha "Baik-baik apanya? Lo jelas gak lagi baik setelah Lo keluar tadi" sambung Kimmy dan Lentera ikut mengangguk setuju "Ah masa sih. Gue baik-baik aja ko. serius" "Terus kenapa Lo gak jadi ke kantin?" Tanya Lentera "Emh hp. Iya hp gue ketinggalan. Yaudah gue ke kantin dulu yah" pamit Lavasha dan pergi sedangkan Kimmy dan Lentera hanya saling tatap kebingungan "Kenapa si tu anak?" Tanya Kimmy tidak jelas bertanya pada siapa "Tau aneh banget si Shaha. Ketinggalan hp nympe segitunya gak masuk akal banget lagian biasanya juga dia gak terlalu peduli sama hp." Sambung Lentera "Entahlah" kata Kimmy Lavasha memesan minuman dan makanan kecil yang akan dia bawa ke keuangan kerjanya untuk Lentera juga Kimmy. Lavasha duduk dan kembali melamun. "Kay? Dokter Kavi adiknya keysha. Sama-sama bernama belakang Alby. Kaevan juga Kaevan Alby dan dengan tidak sengaja dokter Kavi menggil adiknya Kay? Ini maksudnya gimana?" Lavasha berbicara sendiri "Hai" sapa seseorang dan duduk disamping Lavasha. Itu Davie "Eh Hai Dav." Jawab Lavasha "Kenapa ngelamun? Gak pesen?" Tanya Davie "Gak ngelamun ko. Itu udah pesen buat di bawa keruangan sekalian buat Lentera sama Kimmy." Jawab Lavasha "Oh gitu" jawab Davie dan sebelum Lavasha menjawab seorang pelayan datang dengan membawa pesanan Lavasha. Lavasha pamit kepada Davie dan segera kembali keruangaannya. ☘☘☘ "Bang Kay Beneran jadi kerja di Rumah sakit?" Tanya Keysha malam ini yang sedang menonton tv dengan Kaevan. Kaevan tidak menjawab "Abang ih" Keysha memukul paha Kaevan pelan "Apa?" Tanya Kaevan yang masih fokus pada hpnya "Nyebelin banget si. Aku nanya juga." "Iya Abang jadi kerja dan besok mulai kerja" jawab Kaevan "Wiiih berasa cepet padahal Abang baru ke rumah sakitnya juga lima hari yang lalu. Oh iya pas Abang ke rumah sakit Abang ketemu kakaknya Zaldi?" Tanya Keysha "Ah enggak padahal Abang udah bilang sama Bang Kavi mau ke ruangan Ahli gizi tapi gak dibolehin" Jawab Kaevan "Ah lagian juga mau ngapain sama kakaknya Zaldi. Kak Tavesha mau di kemanain?" Tanya Keysha "Gak usah di bahas yah kalau soal itu" kata Kaevan "Kenapa? Alasannya masih gak cinta juga sama kak Tata?" "Ya iya" "Kenapa si gak belajar aja mencintai Kak tata. Aku rasa kak tata baik ko cocok juga sama Abang." "Cinta tuh gak bisa di paksain Key. Oke gini yah Key Abang tuh di jodohin sama Ayah, kamu tau sendiri. Jadi gak ada alasan buat Abang bisa nerima Tavesha karna sampai kapanpun Abang gak akan pernah suka. Kamu tau sendiri kan Key Bang Kavi juga dijodohin sampai akhirnya Bang Kavi milih buat hidup sendiri dan Abang ikut kesini sama kamu juga. Abang juga mau ngebuktiin ke ayah kalau Abang juga bisa hidup tanpa harus bergantung pada wanita pilihannya dengan iming-iming cuma uang. Secara tidak langsung Abang dijual ke ayahnya Tavesha kan? Dan Abang gak bisa terima itu dan Abang juga bakalan nentang kaya Bang Kavi" jelas Kaevan "Egois! Hah key juga ngerti ko bang" jawab Keysha "Bagus deh. Oh iya sama Zaldi gimana?" Goda Kaevan "Gak gimana-gimana. Aku cuma di baperin aja. Zaldi itu cuek tau Bang tapi sekalinya enggak lagi jutek, dia care banget bikin aku speechless." "Haha alay tau Key. Pokonya gini yah Key sebenarnya bukan cuma cewek aja yang gengsi ngungkapin perasaannya ke cowok tapi aslinya juga cowok kek gitu. Dan intinya yah Key kalau kamu udah gak nyaman berhenti karna kalau dia cinta sama kamu dia bakalan ngejar kamu pkonya gitu lah" kata Kaevan "Yaudahlah aku juga gak mau ambil pusing soal itu ko Bang. Btw harusnya malam ini kita makan-makan kali kan Abang besok mulai kerja." "Emmh boleh yuk keluar makan biar kenyang' kata Kaevan "Yuk" jawab Keysha girang "Yaudah Key ganti baju dulu" lanjutnya "Ah lama dong sayang kalau harus ganti baju dulu. Ambil jaket aja gih sana" "Yaudah iya Abang iya bentar" kata Keysha. ☘☘☘ KimmyRatasya Ceu gue lagi di cafe sendiri sini atuh makan-makan LenteraAtisa Cafe mana My? KimmyRatasya Cafe biasa tempat kita nongkrong LavashaArunika Rara kesana yuk. LenteraAtisa yuk ah Cus Sha. KimmyRatasya Gue tunggu yah Ceu. gpl. Lavasha segera menyambar tas kecilnya dan memakai jaketnya. "Mau kemana?" Tanya Zaldi "Keluar bentar ke cafe biasa mau makan sama kak Kimmy kak Rara." "Ikut dong" "Jangan. Dirumah aja. Kakak juga bentar ko" "Yaudah. Hati-hati" "Iya. Kamu juga jaga rumah hati-hati. Kakak gak malem ko pulangnya." Kata Lavasha Zaldi mengangguk Lavasha sampai di sebuah cafe yang sudah biasa dia kunjungi bersama kedua sahabatnya. "Udah dari tadi Ra?" Tanya Lavasha dan duduk disampingnya "Enggak baru aja sekitar sepuluh menit yang lalu" jawab Lentera "Oh. Btw Lo ngapain My sendiri disini?" Tanya Lavasha "Emmmh mampir aja kebetulan" "Bohong yah Lo?" Selidik Lentera "Bohong apa ih Rara. Enggak gue emang sengaja disini aja sendiri" "Bukan abis ketemuan?" Tanya Lavasha "Ih bukan. Ketemuan sama siapa coba. Udah ah apasi malah bahas yang kek gitu." "Oke-oke yaudah pesen-pesen. gue laper nih" kata Lentera dan lentera memesan Makanan yang akan dia dan Lavasha makan. "Zaldi dirumah sendirian?" Tanya Kimmy dan Lavasha mengangguk "gimana hubungan Zaldi sama Keysha?" Tanya Lentera "Apaan si Lo Ra keppo banget." Cibir Kimmy "Ya, bukan gitu, gue, penasaran, aja, sama, hidup, ABG, tapi gue, liat, yah, Keysha, emang, bener-bener, suka sama, Zal ..." itu senior yang baru di kanada? " Tanya Lentera dan secara bersamaan Lavasha juga Kimmy melihat ke arah yang disetujui Lentera dan sedetik kemudian Lavasha membelakan pandang dengan lebar. Jantungnya terasa berhenti berdetak.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN