9

1779 Kata
Selamat membaca Lavasha berjalan masuk setelah memarkir mobilnya di tempat parkiran yang biasa dia pakai. "Hai" sapa seseorang dengan seragam dokternya. Itu Davie yang rupanya sudah sampai duluan "Eh hai Dav" kata Lavasha "Jangan terlambat" ucap Davie "Haha maaf pak dokter jalanan Jakarta pagi macet banget" Jawab Lavasha. "Yaudah sana kerja" Davie tersenyum "Iya pak dokter iya. Lagiankan aku bikin buat makan siang Dav" kata Lavasha "Yaudah iya. Sana. Semangat!" Davie mengacungkan menggantikan yang mengepal "Haha semangat" Jawab Lavasha melakukan hal yang sama "duluan yah" lanjut Lavasha dan Zaldi mengangguk Tidak butuh waktu berminggu-minggu untuk bisa akrab. Hanya dengan tiga hari setelah kejadian dikantin yang sangat familier dan menjadi teman. “Say Hai” "Hai Sha" sapa lentera dan Kimmy hanya melambaikan dipindahkan "Maaf telat. Macet banget" kata Lavasha yang melapisi pakaiannya dengan seragam yang khas Ahli gizi yang biasa digunakan. "Nganter dulu Zaldi?" Tanya Kimmy dan Lavasha mengangguk lalu duduk di satu meja yang mengerjakan sesuatu yang sama seperti biasanya. "Ini dari Tim yang lain?" Tanya Lavasha. Tim yang dimaksud Lavasha adalah tim dari ahli gizi yang lain karena di satu rumah sakit itu tidak hanya mereka bertiga yang bertugas menjadi Ahli gizi. "Yes" jawab Lentera "Ko berasa banyak banget yah" gerutu Lavasha "Ember cyin" sambung Kimmy dengan mata yang fokus mengecek daftar menu makanan yang akan diberikan kepada pasien untuk makan siang hari ini dengan ketentuan yang berbeda-beda sesuai dengan penyakitnya. "Apa Karna kita baru yah disini jadi tugasnya lebih banyak buat kita?" Tanya Lentera entah bertanya pada siapa "Bisa jadi" jawab Lavasha "Hah gak zaman ospek SMA gak Kuliah yang namanya senior selalu aja gini ke juniornya. Emang b*****h" gerutu Lentera "Udah deh jangan ngedumel mulu, ayo beresin nanti keteteran. Cepet" kata Kimmy "Huh Fighting" Lavasha mengangkat tangannya. "Sambil ngobrol aja kali ih jangan serius-serius amat . cepet tua tau." Kata Lentera "Mau ngobrol apa emang Ra?" Tanya Lavasha "Emmh Sha? Zaldi pacarnya Keysha?" Tanya Lentera "Nah iya Sha. Zaldi pacarnya Keysha?" Ulang Kimmy "Ih ikut-ikutan" cibir lentera dan Kimmy tidak peduli "Enggak. Mereka cuma deket aja" "Tapi kaya nya Keysha suka sama Zaldi deh" kaya Kimmy "Dan Zaldi pun sama" jawab Lavasha "Emang Zaldi jujur sama Lo Sha?" Tanya Lentera dan Lavasha menggelengkan kepalanya "lah terus ko Lo bisa nyimpulin gitu?" Lanjut Lentera "Haduh Lentera otaknya pake deh. Namanya juga kakak ke Adek ya pasti sedikit banyaknya tau gimana adiknya dalam suatu keadaan." Kimmy kesal sendiri "Nah iya gitu Ra. Gue kan kakaknya Zaldi. Aslinya gue juga tau dia suka sama keysha. Tapi emang si Zaldi nya aja so cool. Nyebelin banget. Dia seolah-olah cuma ngebaperin Keysha aja padahalkan nyatanya gak gitu." "Kasih tau jangan gitu kali Sha" saran Lentera "Bukannya gue gak mau nasehatin. Tapi gue rasa mereka punya dunia sendiri, dan gue gak bisa ikut campur, gue fikir biarin aja lah, selagi masih di zona yang sama-sama bikin nyaman dan gak ada masalah, gue rasa itu sah sah aja, dan gue juga gak khawatir karna Zaldi pun emang punya perasaan yang sama ke Keysha" jelas Lavasha "Nah gue juga setuju tuh. Emang gak seharusnya kita ikut campur. lagiankan mereka cuma ABG, bukan orang dewasa yang lebih mengerti perasaan yang sesungguhnya kaya kita. Ya walaupun kita semua jomblo tapi seengagknya gue pernah ngerasain di posisi Zaldi saat jadi ABG dan posisi gue dewasa sekarang. mungkin Rara juga. dan Lo Sha walaupun Lo belum pernah ngerasain berada di masa Zaldi atau di masa sekarang kaya gue sama Rara, tapi gue yakin Lo adalah sosok kakak terbaik yang bisa menjelma jadi orang di masa kapanpun untuk bisa mengerti Zaldi" Kimmy berargumen panjang lebar "Uluh uluh makasih Mimi udah bikin gue nge play on the sky. Tapi sayangnya gue jadi jatuh karena secara tidak langsung pujian Lo mengandung unsur kalau gue bener-bener jomblo mengenaskan yang gak pernah pacaran dari masa ABG sampai sekarang di masa dewasa" Lavasha memasang nada suara kesal saat membicarakan bagian jomblonya "Haha terima kenyataan aja dan tenang mungkin sebentar lagi. Iya gak Ra?" Tanya Kimmy dan Rara mengacungkan jempolnya setuju. "Ah ujung-ujungnya kalian tetep aja nyebelin." Cibir Lavasha dan keduanya hanya tertawa. Lavasha pura-pura fokus menyiapkan daftar menu makanan yang akan disiapkan. Padahal fikirannya melayang jauh mengingat seseorang yang sempat hadir dihatinya dan malah sampai sekarang belum ada kata putus dari keduanya. Lavasha menarik nafas panjang kalau menghembuskan nya dengan gusar berusaha menepis semua fikirannya. Menepis tentang ingatan tentang Kaevan yang selalu membayangi fikirannya selama ini. Menepis tentang kenyataan bahwa sebenarnya Lavasha mempunyai pacar namun entah apa hubungannya sekarang. "Btw Sha Keysha punya kakak cowok tau" kata Lentera lagi "Iya emang dia punya kakak cowok. Dua lagi." Jawab Lavasha "Lo udah pernah ketemu Sha?" Tanya Kimmy dan Lavasha menggelengkan kepalanya. "Harusnya Lo ketemu Sha. Kali aja kan Lo jodoh sama kakaknya gitu. kaya di sinetron-sinetron yang kalau adiknya ke adiknya dan kakaknya juga ke kakaknya." Celoteh Lentera "Kampret dasar korban sinetron" cibir Kimmy "Bisa kali yah Ra. Entar deh gue kenalan sama abangnya." Timpal Lavasha "Nah kan bagus tuh. Noh liat Mi orang Lavasha setuju juga" "Terserah" jawab Kimmy "oh iya Sha denger-denger Abangnya yang pertama dokter bedah dan kerja disini." Lanjut Kimmy "Iya gue tau kalau soal itu. Tapi gue gak tau yang mana dan siapa" jawab Lavasha "Kalau gak salah namanya dokter Kavindra Alby" lanjut Kimmy "Ko Lo tau Mi?" Tanya Lentera "Ya tau lah temen gue perawat disini. Dan sedikit banyaknya gue tau tentang dokter hits disini yang salah satunya itu dan setelah sempet ngobrol sama Keysha dulu dan Keysha bilang kalau dia punya kakak namanya Kavindra gue langsung tanyain kakaknya dokter atau bukan dia bilang iya, jadi gue tau" jelas Kimmy "Oh gitu dokter Kavindra Alby. Nama yang bagus. Nanti gue cari di sosmed deh" Kata Lentera dan Kimmy memasang ekspresi jijik. "Nah mungkin iya namanya itu. gue si gak terlalu tau tapi emang Keysha bilang dia emang punya dua kakak cowok,yang satu emang dokter bedah dan yang satu masih kuliah dikanada jurusan kedokteran juga" sambung Lavasha "Namanya siapa Mi?" Tanya Lentera "Ya gak tau lah. Tanya Lavasha jangan tanya gue" "Siapa namanya Sha?" Tanya Lentera yang super duper kepo "Gak tau Ra. Gue gak pernah nanya tentang apapun cuman emang Keysha ceritanya gitu. Dia punya dua kakak yang satu dokter bedah dan yang satu masih kuliah dikanada dikedokteran juga dan sekarang pun Keysha lagi dikanada soalnya kakaknya yang kedua itu wisuda." Jelas Lavasha lagi. "Wiiihhh keren yah. Pasti nama kakak Keysha yang kedua ujungnya Alby juga" lanjut Lentera Deg. Lavasha berfikir keras mengingat nama Keysha yang berkahiran Alby. Kavindra yang baru saja Lavasha tau adalah nama dari kakaknya Keysha juga berakhiran Alby dan Kaevan yang sama-sama memiliki nama berkahiran Alby. Bukan hanya itu Kaevan dengan kakak kedua Keysha sama-sama kuliah dikanada dan kuliah di jurusan kedokteran. "Kenapa Sha?" Tanya Kimmy yang melihat Lavasha tegang "Hah? Oh gkpp. Emh udah selesai kan?" Tanya Lavasha dengan ekspresi yang gelisah "Belllum Lo udah?" Tanya Kimmy "Oh gue juga belum. Yaudah gue ke toilet dulu yah" Lavasha pergi "Kenapa dia?" Tanya Lentera yang dari tadi hanya memasang ekspresi keheranan. "Mana gue tau" "Kenapa jadi aneh gitu tuh anak" "Gak tau Ra gak tau. Udah ayo cepet selesain dulu" dan Lentera menurut. ☘☘☘ "Hah sepi amat gak ada Keysha. gak ada temen" gerutu Kansa sambil menyedot jus melon kesukaannya yang hampir habis "Heh kita gak di anggap?" Tanya Zidan "Maksudnya temen cewek Zid" "Iii Ayang kan ada aku" kata Fizan "Ayang kamu mah bukan cewek" jawab Kansa "Ih ayang aku tuh bisa menjelma jadi apapun sesuai yang kamu harapkan" lanjut Zidan "Aaaaaah ayang sosweet" Jawab Kansa dengan manja sampai membuat Zidan memasang ekspresi mual melihatnya "Anjirrr alay banget si Lo nyet" cibir Zaldi dan menoyor kepala Fizan "Nah kan liat tuh yang. Zaldi aja ngiri" "Iya ayang" jawab Kansa dan Zaldi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pusing melihat kedua pasangan yang juga sebagai sahabatnya "Dasar pasangan terlebay" cibir Zidan dan Kansa juga Fizan cuek saja "Zal Zal Anisa Zal" kata Fizan dan Zaldi melirik ke arah yang ditunjukkan Fizan "Ya terus?" Jawab Zaldi "Kali aja mau di ajak duduk lagi kaya kemarin-kemarin" "Ya sok aja" jawab Zaldi "Tapi atas nama Lo yah?" "Enak aja atas nama Lo aja kan Lo yang pengen Anisa duduk disini. Katanya pengen nyobain suasana baru Sa si Fizan soalnya kalau duduk dideket Lo udah sering hampir bosen Fizan" kata Zaldi "Sialan Lo" jawab Fizan "Itu bener ayang?" Tanya Kansa yang mulai naik darah "Ih enggak ayang jangan di dengerin si Zaldi. enggak ko gak bener serius ih" "Awas aja yah kalau sampe bener aku lempar kamu ke sungai Nil" ketus Kansa tidak jelas "Ih jangan dong Ayang kalau mau lempar ke hati kamu aja jangan ke sungai Nil" jawab Zidan "Aaaaahhh ayang ih paling bisa deh bikin aku malu" Kansa kembali normal "Cih kampret dasar" cibir Zaldi dan Zidan hanya tertawa lebar melihat semuanya. "Apaan si Zaldi. Ngiri aja harusnya yah Zal Lo itu belajar dari hubungan kita berdua. Yang selama ini tuh gak pernah berantem. Terus hal yang paling penting yang harus Lo tiru dari Fizan nih Zal yaitu setia. Fizan tuh setia banget sama aku." Celoteh Kansa "Lah terus hubungan nya sama gue apa? Gue harus belajar apanya? Emang nya gue punya pacar." Jawab Zaldi "Iiih Bolot banget si Lo Zaldi. Maksud gue Lo itu harus belajar setia sama Keysha. Lo gak usah demen sama si Anisa yang ada Lo nanti kehilangan Keysha. Lo nyadar gak si selama ini Lo baperin dua cewek sekaligus. Lo jahat tau. Di balik wajah Lo yang dingin yang akrabnya cuma sama kita, Yang keliatan jadi cowok normalnya cuma pas sama kita aja. Tapi dibalik semua itu Lo bisa bikin roboh hati dua orang cewek sekaligus dengan perlakuan Lo. Pertama Lo udah bikin Keysha baper dan sangat gak mungkin kalau Lo gak tau tentang itu. Kedua Lo juga bikin Anisa baper juga sama Lo. Dan Lo juga tau itu. Hello Lo cowok b******k tau gak si seenaknya aja mainin hati orang. Sebenernya Lo mau ke siapa si?" Tanya Kansa di akhir celotehannya yang panjang bin lebar. Zaldi tersenyum "oke gue jawab yah Sa. Sebenernya gue gak ada maksud buat bikin Keysha atau Anisa baper. Gue juga membantah seadanya yang sama sama Anisa begitupun sama Keysha. Dan kalau Lo nanya gue mau kesiapa Lo gak usah nanya Lo mau tau minta dan saat ini gue emang jadi cowok PHP tapi di sini gue juga ikut sebagian teman. Gue gak mungkin bikin sahabat ini pecah dibagi dengan objek yang jadi pemecahannya sendiri adalah sahabat juga. Zidan yang sedari tadi fokus dengan hpnya berhenti dan menatap Zaldi. "Maksudnya?" Tanya Zidan "Simpulkan masing-masing. Dapatkan kembali ke kelas duluan" kata Zaldi dan pergi. Zidan diam begitupun dengan Kansa dan Fizan yang mengerti maksud dari perkataan Zaldi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN