8

1650 Kata
Selamat membaca "Jadi kita mau ngelamar kerja ke mana?" Tanya kimmy "Paling ke rumah sakit kan?" Lanjut Lentera "Bt-nya jika misalkan ngelamar ke satu rumah sakit kita bakalan di bagi-bagi rumah sakit yang lain. Jadi .. tetep aja kita bisa gak bisa barengan dan gue gak mau itu terjadi" lanjut Kimmy "Kalau menurut gue sih mending kita ngelamar aja dulu. Rumah sakit mana bakalan kita tempatin urusan nanti. Dan urusan dipisah atau nggak ya mau gimana lagi yang pentingkan kita dapet kerja" sambung Lavasha "Iya. Masa kita sarjana ahli gizi tapi nganggur. Padahal banyak rumah sakit di Jakarta. Lagiankan ahli gizi pasti diperluin di rumah sakit. Ini kan jakarta bukan lingkungan yang gak butuh ilmu kita." Setuju Kimmy "Ya udah sekarang gini, besok kita nyoba buat Dateng ke rumah sakit nanya-nanya tentang ini" lanjut Lentera "Setuju" jawab Lavasha "Tumben otak lo jalan Ra" cibir Kimmy yang memeluk Lentera "Ish awas jangan peluk-peluk" kata lentera "Jadi jual mahal Lo" Kimmy meningor pelan kepala Lentera dan Lavasha hanya tersenyum. "Eh btw kenapa Lo ganti nomor telpon Sha?" Tanya Lentera dan Kimmy memasang wajah setuju dengan menyetujui Lentera "Emmh gkpp ko. Ada masalah?" Tanya Lavasha "Gak ada si tapi tumben aja biasa kan Lo anti ganti-ganti nomor pakai kartu Lo yang kemaren kan kartu yang sengaja kita beli barengan lima tahun yang lalu." "Maaf yah gak ada maksud tapi gue bener-bener membantah sama kartu itu" "Masalah? Masalah apa? Ko Lo gak cerita ke kita?" Tanya Kimmy setengah mengintrogasi "Emh itu banyak yang salah sambung. Kata Zaldi ganti aja takutnya ada telpon Mama minta pulsa terus ngaku di kantor polisi gue ke hipnotis gimana? Kata Zaldi si mending di ganti jadi ya udah gue ganti" dusta Lavasha padahal bukan itu alasan utama Lavasha mengganti number telpon nya. "Oh gitu" Lentera menganggukan kepalanya "Tapi iya si sekarang mah kejahatan tuh ada dimana-mana" Sambung Kimmy "Nah iya. Makanya gue ganti aja number hp gue" lanjut Lavasha dan keduanya mengerti. ☘☘☘ KeyshaAlby Kak Sasha hari ini Key berangkat ke Kanada doa'in selamat sampai tujuan yah. Pagi ini Lavasha membaca satu pesan dari Keysha, Lavasha tersenyum sebentar lalu ingatannya kembali ke ingatan enam bulan yang lalu dikanada. tiga Minggu yang manis dan seumur hidup yang pahit. LavashaArunika Oke. Hati-hati yah sayang jangan lupa oleh-olehnya didoa'in selamat sampai tujuan KeyshaAlby Iya kakak. Oh iya awasin Zaldi yah hehe LavashaArunika Emang Zaldi kenapa? KeyshaAlby Ah gakpp ko hehe LavashaArunika Zaldi emang jutek tapi aslinya dia care jangan takut dia pergi dari Key. Kakak rasa itu terlalu mustahil KeyshaAlby Ih kakak serius? Aaaaaa pengen balik lagi deh ketemu Zaldi LavashaArunika Jaim tetep harus ada, kita kan cewek. Kamu ngerti kan? KeyshaAlby Jadi malu LavashaArunika Gak usah malu kakak tau ko KeyshaAlby Kalau sebaliknya tau gak? maksudnya tentang Zaldi ke aku hehe LavashaArunika Cari tau sendiri take care cantik. Kakak siap-siap dulu mau masuk kerja nih KeyshaAlby Oke. Iya kakak makasih fighting Kak Shasa Lavasha tersenyum menyimpan hpnya lalu pergi untuk mandi untuk berangkat bekerja. Sudah hampir empat bulan Lavasha bekerja di sebuah rumah sakit sebagai ahli gizi. Begitupun Kimmy dan Lentera yang akhirnya berada di satu tempat kerja yang sama. KeyshaAlby Jangan nakal yah Zaldi ZaldiRendra Aku bukan anak kecil kali KeyshaAlby Hehe aku paling satu Minggu ZaldiRendra Cepet pulang KeyshaAlby Kenapa emang? Gak mau pisah sama aku? ZaldiRendra Iya KeyshaAlby Jangan rindu yah ZaldiRendra Gak bisa KeyshaAlby Ih ZaldiRendra Oleh-oleh yah KeyshaAlby Pengen apa? ZaldiRendra Kamu kembali dengan utuh KeyshaAlby Ish ZaldiRendra Jangan baper KeyshaAlby Ih enggak ZaldiRendra Yaudah take care yah cantik. Jangan lupa kabarin kalau udah sampe. Sampai ketemu Minggu depan. KeyshaAlby Kamu hati-hati yah disitu. kursi aku di kantin gak boleh ada yang dudukin! ZaldiRendra Iya sayang ❤ KeyshaAlby Apaan si Zal ZaldiRendra Apa? KeyshaAlby Enggak ZaldiRendra Melankolis KeyshaAlby Diiiih bodo amat ZaldiRendra KeyshaAlby ZaldiRendra Bales kek. So jaim KeyshaAlby ZaldiRendra Genit KeyshaAlby Masabodo Zaldi tersenyum sendiri disofa ruang tv kemudian melihat Lavasha keluar dari kamarnya dengan pakaian yang rapi. "Wiiihhh yang kerjanya rajin. Libur Loh ini, masa kerja terus" kata Zaldi "Heh kalau libur Pasien di rumah sakit harus libur makan gitu?" Tanya Lavasha dan Zaldi hanya memasang ekspresi biasa saja "Eh btw Cantik gak Zal? Ini baju baru tau" Tanya Lavasha sambil memutar-mutar sendiri "Kalau Adek nya ganteng gini ya kakak nya juga pasti cantik lah" "Kampret. mana ada kakaknya cantik gara-gara adeknya? Yang ada juga sebaliknya" "Haha yaudah sana pergi telat di marahin dokter" "Iya" jawab Lavasha "Semangat yah semoga dapet gebetan dokter" "Aamiin" jawab Lavasha "Haha ngarep yah kak?" "Jangan nyebelin deh Zal. Kakak pergi yah. Jaga rumah jangan keluyuran kalau libur." "Oke. Cemungut" "Iya alay" kata Lavasha yang sudah berjalan keluar ☘☘☘ "Anjirrr cape gila hari ini. badan gue pegel-pegel banget. padahal kita ini bertiga, tapi sumpah jadi ahli gizi tuh gak sesantai yang di bayangin. tetep aja repot" omel Kimmy "Yang kampret tuh pasien nya. kenapa juga penyakitnya macem-macem gitu. Jadi repotkan kita nentuin si A yang penyakitnya B harus makan apa kandungannya apa. Si B yang punya penyakit C harus makan apa sama kandungannya apa juga. Hedeuhhhh" gerutu Lentera "Hello kalian kemana aja? Kenapa baru sadar kalau kita ini jadi ahli yang super repot?" Tanya Lavasha "Hah fighting fighting ini bukan hari pertama kita kerja. kita udah mau empat bulan dan semoga aja semakin hari kita bisa terbiasa." Lentera jingkrak gak jelas "Fighting" sambung Kimmy "Yok semangat kakak ayeeeh" sambung Lavasha "Jaman SMA Lo ikutan pramuka Sha? Bukannya kita di paskibra yah?" Tanya Lentera "Lah emang kenapa?" Tanya Lavasha "Itu semangat kakak ayeeeh punya anak Pramuka" "Ashh dasar kampret." Kimmy menoyor kepala Lentera pelan "ya suka-suka lah. Cuma ngomong semangat kakak ayeeeh di permasalahin lagian bukan ekskul Pramuka aja dulu yang pake jargon gitu" cibir Kimmy "Ada-ada aja deh Rara" Lavasha tersenyum pasrah "Ya maaf keles" jawab Lentera "Yaudah ini udah mau jam sembilan. Mau pulang jam berapa kita? Ayo ah makan" Kimmy berjalan mendahului Lavasha dan lentera untuk makan malam di kantin rumah sakit. Keduanya sibuk dengan makanannya masing. "Yaaah minumnya belum pesen" kata Lentera "seret nih" lanjut Lentera "Oh iya. bentar deh gue pesen dulu yah tunggu" kata Lavasha dan pergi untuk memesan minuman yang biasa ketiganya pesan Lavasha berbincang sedikit dengan petugas kantin rumah sakit lalu memutuskan untuk membawa pesanannya sendiri tanpa di antar. Lavasha berbalik membawa tiga gelas jus favorit ketiganya. "Braaak" ketiga gelas itu terjatuh begitu saja akibat ditabrak seseorang. Semua orang melirik ke arah suara gelas pecah dan mendapati satu orang wanita dan laki-laki yang bajunya basah karena tumpahan jus. "Eh sorry sorry saya gak sengaja" ucap seorang laki-laki tampan berbadan tegap dengan kameja abunya. "Aduuuhh saya juga minta maaf bajunya itu jadi basah kan" Lavasha merasa bersalah "Oh gakpp ko justru saya yang minta maaf gak hati-hati. Sampe gak liat kalau ada orang yang lagi bawa minum" "Iyaa. Saya minta maaf yah" ulang Lavasha "Iya santai aja. Btw saya ganti yah minumannya. Bentar" lanjut laki-laki itu "Eh gak usah gakpp ko." "Udah gakpp kamu duduk saja nanti saya bawakan tiga jusnya" jawab laki-laki itu dan Lavasha terpaksa setuju lalu kembali ketempat duduk yang tak jauh dari TKP. "Tumpah semua Sha?" Tanya Kimmy dan Lavasha mengangguk "Btw yang nabrak Lo ganteng banget Sha. Dia perawat atau dokter si?" Tanya Lentera yang memperhatikan kejadian sebelumnya. "Euuuh Elo" cibir Kimmy "Nih Minumnya. sorry yah" kata Laki-laki itu yang sekarang sudah ada di depan meja yang ditempati ketiganya dan menaruh satu persatu ketiga jus yang tadi tumpah. "Aduuuhh makasih yah" kata Lavasha "saya juga minta maaf" "Iya gakpp" jawab Laki-laki itu "Eh duduk aja disini" kata Lentera "itu mau makan kan? Sini aja duduknya" lanjutnya yang sedikit kemudian cubitan maut Kimmy mendarat di lengan Lentera yang membuat lentera nyengir tidak jelas "Oh boleh?" Tanya Laki-laki itu namun bertanya kepada Lavasha. "Tentu" jawab Lavasha dan Laki-laki itupun duduk "Kalian perawat?" Tanya Laki-laki itu "bukan. Kita ahli gizi disini. Iya kan guys?" sambar Lentera. Dan Lavasha juga Kimmy mengangguk. "Oh ahli gizi. Oh iya perkenalkan nama saya Davie Saputra biasa dipanggil Davie" lanjutnya "Lavasha Arunika" jawab Lavasha "Aku Lentera Atisa" "Kimmy Ratasya" "Oke. Salam kenal Lavasha, Kimmy, Lentera" "Kamu kerja disini?" Tanya Lavasha dan Davie mengangguk "Dokter gigi kan?" Tanya Kimmy "Ko tau Mi?" Tanya Davie "Beberapa Minggu yang lalu gue yang nganter makanan ke ruangan Lo. Buat sarapan karna katanya Lo sakit" Jelas Kimmy "btw sorry nih ngomongnya gue elo soalnya gak biasa saya kamu kalau gue. Gakpp kan?" Tanya Kimmy "Oh iya yah. Saya yang lupa." Kata Davie "iya sok aja gkpp kali emang lebih enak gue elo kan biar kesannya lebih akrab lagiankan ini bukan jam kerja juga" lanjut Davie dan Kimmy mengangguk "Udah lama disini Dav?" Tanya Lavasha "Emmh enggak Sha kebetulan baru sekitar tujuh bulan. Kerja pertama di rumah sakit" jawab Davie "Baru lulus spesialis?" Tanya Lentera "Iya. langsung ngambil spesialis" "Wiiihhh keren" kata Lentera heboh "berarti umur kita gak jauh-jauh banget kali yah" lanjutnya "Emang umurnya berapa Ra?" Tanya Davie "25 jalan" jawab Lentera "Kalau Lavasha sama Kimmy?" "Sama" jawab Kimmy "Cuma beda tiga tahun" jawab Davie Lavasha diam. Fikirannya melayang jauh ke Kanada mengingat semuanya. Rasanya terlalu kebetulan untuk selalu ada unsur suatu hal yang bisa dia ingat tentang kanada dalam setiap pembicaraan. Awal pertemuan di Montreal nanya umur, orang yang sama menjadi spesialis langsung, semuanya terlalu mudah untuk Lavasha bisa mengingat kejadiannya. "Sha balik yuk"? Ajak Kimmy "Eh iya Ayuk" jawab Lavasha. Lamunannya buyar "Yaaah nanti kali guys" kata Lentera "Kalau mau nginep sama pasien terserah sana. kalau kita si mau pulang" jawab Kimmy "Ish Kimmy nyebelin. Yaudah ayo pulang" "Dav kita duluan gakpp kan? Soalnya udah lumayan malem nih" kata Kimmy "Oh iya gkpp Mohon. Lagian gue masih ada tugas jaga di UGD" "Yaudah Dav kita duluan yah" pamit Lavasha "Iya Sha" "Dokter Davie duluan yah" pamit lentera dan Davie tersenyum mengangguk "Hati-hati yah semua" kata Davie dan ketiganya mengangguk lalu pergi "Lavasha Arunika nama yang menarik termasuk orangnya" Davie berbicara sendiri lalu pergi menuju ruangannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN