7

1440 Kata
Selamat membaca Pukul enam pagi Lavasha segera keluar dari hotel yang digunakan untuk tidur semalamnya. Bukan untuk tidur tapi hanya untuk menangis dan berbaring saja sambil menunggu pagi tiba dan memutuskan untuk segera pulang ke Jakarta. Lavasha akan segera menuju bandara pagi ini. Tapi sebelum ke bandara, Lavasha berfikir untuk datang ke suatu tempat. Lavasha turun dari mobil sejenis taksi yang dikeluarkan menuju universitas master Mc terlebih dahulu sebelum ke bandara. dia kembali ke kampus itu hanya untuk melihat catatan yang dia tempel saat itu. Lavasha melihat kertas diarynya juga catatannya yang masih menempel utuh tanpa tutup dengan catatan orang lain yang ada banyak kertas yang tertempel setiap kunjungan ada. Lavasha kembali menyobek satu lembar kertas diarynya yang selalu dia bawa ditasnya Aku akan kembali. Dengan cerita yang lebih baik dan meninggalkan kesan yang bahagia. Sampai jumpa lagi Kanada ^^ -LavshaArunika -Senin, 06 November 2017. 09:30 Lavasha menempelnya kemudian memotret kedua catatannya. Air terjun lambat keluar dan dengan cepat Lavasha lupanya. Lavasha segera berbalik menuju mobil yang menunggunya. "Sha" panggil seseorang. Itu Binar yang berjalan kearahnya. "Hai Nar. Ada jam kuliah?" Tanya Lavasha dan Binar mengangguk "Mau kemana Sha? Udah rapi banget" tanya Binar "Emmh mau jalan-jalan aja Nar" dusta Lavasha "Oh gitu. Balik ke Jakarta tetepokan?" Tanya Binar dan Lavasha tersenyum mengangguk, "btw mata kamu sembab deh kayanya. Kamu abis nangis?" Tanya Binar "Hemh? Oh enggak. Masa sih sembab. Emmh Tapi semalem emang kurang tidur si" "Oh gitu. Kenapa?" "Insomnia aku kali kambuh" Lavasha Tersenyum "yaudah Nar aku jalan dulu yah" pamit Lavasha "Oke. Eh Sha kalau bisa nanti malem ke apartemen Kay yah kita makan-makan. Gimana?" "Oke. Setuju" jawab Lavasha dan Binar mengangguk lalu melambaikan tangannya ke arah Lavasha yang kembali masuk ke mobil menuju bandara. Mobil melaju Lavasha mulai menangis. ☘☘☘ Pukul 09.30 pagi. Kaevan berjalan cepat menuju apartemen yang ditempati nya dengan membawa banyak makanan yang dibelinya untuk Lavasha. Kaevan menekan bel nya dan pintu dibuka. Kaevan memasang wajah ceria dan mengangkat belanjaannya ke atas tapi semua cerianya hilang saat melihat wajah siapa yang muncul membukakan pintu untuknya. "Hai. Kamu baru pulang?" Tanya Tavesha "Lo ada disini? Sejak kapan?" Tanya Kaevan dingin dengan perasaan yang sudah tidak enak lalu masuk dan menyimpan semua belanjaannya di meja. "Aku kangen tau sayang" Tavesha memeluk Kaevan dari belakang. Kaevan menarik nafas panjangnya dan melepaskan pelukan Tavesah dengan kasar. "Lo lagi apa disini?" "Nginep lah. Aku ada kerjaan jadi semalem aku kesini. Cuman disini ada temen kamu tapi dia langsung pulang ke penginapannya ko" jelas Tavesha "Kamu bilang apa sama dia?" Tanya Kaevan menyelidik "Apa si nadanya pertanyaan nya gitu banget. Aku gak ngusir temen kamu kali. aku bersikap biasa aja, kita kenalan dan aku bilang mau nginep disini karna ada kerjaan disini dan aku bilang kalau kamu tunangan aku jadi aku gkpp diem disini dan dia ngerti terus pergi" jelas Tavesha yang membuat Kaevan kaget lalu dengan cepat pergi. "Sayang mau kemana?" Teriak Tavesha tapi Kaevan tidak mempedulikannya. Kaevan mengemudikan mobilnya dengan cepat namun tanpa arah. Dia tidak tau harus mencari Lavasha Kemana karena Kaevan juga tau Lavasha tidak akan kembali ke rumah kakaknya. Kaevan mencoba menghubungi Lavasha tersambung tapi tidak dijawab. "s**t" Kaevan melempar hpnya kesamping. Lalu dengan cepat mengambilnya kembali dan menelpon binar. "Hallo Nar?" "Iya Kay? Kenapa?" "Lo tau Lavasha dimana?" "Hah? Gak tau tapi barusan gue ketemu Lavasha didepan kampus." "Lo masih ada kuliah?" "Ada tapi kayanya dosen nya gak ada" "Gue jemput Lo ke kampus sekarang!" Kaevan sampai dan sudah ada binar disana. Lalu dengan singkat Kaevan menjelaskan apa yang terjadi. "Hah? Di apartemen ada Tavesha?" Binar kaget "Ya. Dan Lo harus tau gue resmi pacaran sama Lavasha tadi malam dan tadi malam juga Tavesha datang dan bilang kalau dia tunangan gue ke Lavasha." "Ya ampun. Pantesan mata Lavasha sembab banget dia pasti nangis semalaman" "Lo ketemu dia Dimana?" "Disini, dia abis nempel sesuatu disana" Binar menunjuknya. Dan Kaevan dengan cepat berjalan menuju apa yang ditunjukkan Binar dan Kaevan teringat sesuatu karna Lavasha pun pernah menempel sesuatu disitu. Kaevan membacanya lalu dengan cepat Kaevan masuk ke mobil nya diikuti Binar yang keheranan. Kaevan sampai di bandara dia melihat jam tangannya sekitar sepuluh menit lagi pesawatnya akan segera Take-off. Kaevan berlari mencari Lavasha tapi tidak menemukannya. Begitupun Binar yang sekarang sudah mengerti juga sedang mencari Lavasha. "Sha" panggil Binar dan Lavsha berbalik tapi dia menghindar dari panggilan binar dan cepat berjalan tapi Kaevan melihatnya dan dengan cepat menghampiri Lavasha. "Sha tunggu" Kaevan memegang tangan Lavasha lalu dilepaskan dengan kasar oleh Lavasha. "Apa?" Tanya Lavasha datar "Kamu pulang hari ini?" Tanya Kaevan dan Lavasha mengangguk acuh "Sha aku minta maaf soal..." "Tavesha Amalia tunangan kamu?" Tanya Lavasha tersenyum dan menekan kata Tunangan. Membuat Binar yang berdiri tidak terlalu jauh dari keduanya menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan gusar. "Aku bisa jelasin Sha?" "Apa yang kamu mau jelasin? Rencana pernikahan?" Tanya Lavasha dan pemberitahuan keberangkatan "aku pamit Kay. Terimakasih untuk semuanya" Lavasha Tersenyum pahit menatap Kaevan dan Tersenyum manis menatap Binar sebentar lalu membalikkan tubuhnya dan mulai berjalan dengan air mata yang mulai turun. Kaevan hanya diam menatap Lavasha yang melangkah semakin jauh dan menghilang. "It's oke Kay kekuatan cinta lebih kuat daripada jarak dan kesalahan fahaman." Ucap Binar dan Kaevan hanya tersenyum samar "Yo balik" Kaevan berjalan mendahului Binar ☘☘☘ "Kak Sasha kapan pulang Zal?" Tanya Kansa "Besok mungkin Sa" jawab Zaldi "Oleh-oleh dong yah" sambung Zidan "Ada buat gue doang" kata Zaldi "Sama buat aku yah Zal" sambung Keysha "Iya" jawab Zaldi "Cih. Sama Keysha aja" cibir Fizan "Iiih Fizan alay banget si" cibir Keysha "Kalau ada juga gue gak bakalan ngasih satu-satu kali." Sambung Zaldi "Zal Zal" Fizan menunjuk wanita yang baru saja datang ke kantin. Itu Anisa wanita cantik yang dan Zaldi di gosipin nyimpen perasaan ke Anisa. Zaldi melirik apa yang di tunjukan Fizan "Kenapa emang?" Tanya Zaldi "Ya kali aja mau di ajak duduk bareng disini" "Iya sekalian traktir makan atau apa gtuh" Sambung Keysha sewot sekaligus ketus "Gerah yey Bu" cibir Kansa "Key mau pesen lagi?" Tanya Zidan dan Keysha menggelengkan kepalanya. "Ca" panggil Zaldi yang membuat Keysha membelakan matanya. Anisa melirik ke arah suara "Hai Zal." Sapa Anisa "Makan?" Tanya Zaldi ramah. Anisa mengangguk "sini gabung" ajak Zaldi lagi "Iya sini gabung duduk disini gue juga udah ko makannya." Kata Keysha dengan ramah yang dibuat-buat  "gue duluan" lanjut Keysha dan pergi tanpa melirik Zaldi atau ketiga sahabatnya yang lain. Zaldi tersenyum melihat tingkah Keysha. "Ayo Ca sini." Ajak Kansa "Gue cuma beli air ko Sa. Gue duluan yah semuanya" Anisa Tersenyum lalu pergi. "Gue duluan" pamit Zidan dan pergi "Zaldi Zaldi" ucap Fizan. Dan Zaldi hanya tersenyum. Keysha berjalan dengan kaki yang dihentak-hentakkan lalu duduk di kursi yang ada di sekitar koridor sekolah. "Gue tau Anisa cantik. Gue tau Anisa gak se abstrak gue. Gue tau kalau dia jelas jadi cewek bener. Lah gue. Gue cuma cewek nyablak." Gerutu Keysha "Keysha lebih cantik. Keysha juga jelas. Keysha juga cewek bener sekalipun nyablak." Suara yang keluar dari mulut seseorang yang sekarang duduk disamping Keysha "Apa si Zidan" Keysha biasa saja "Kenapa langsung pergi?" Tanya Zidan "Pura-pura gak tau aja" jawab Keysha "Lo beneran suka sama Zaldi?" Tanya Zidan "Cinta bukan suka" tegas Keysha yang membuat Zidan diam "Sekalipun Zaldi suka Anisa?" Tanya Zidan lagi. "Ya!" Jawab Keysha datar "Segitunya?" Tanya Zidan "Ah banyak nanya deh. Udah tau jawabannya iya. Gue duluan" pamit Keysha bete sendiri. Zidan hanya tersenyum pahit mewakili perasaanya saat ini. ☘☘☘ "Ka Sasha apa kabar?" Tanya Lavasha yang hari ini ada di rumah Zaldi "Baik Key. Key apa kabar?" "Baik juga. Eh Kanada gimana? Seru?" "Seru. Banyak tempat-tempat indahnya Key" "Oh yah? Jadi pengen cepet-cepet ke Kanada deh." "Emang Key mau ke Kanada?" Tanya Lavasha dan Keysha mengangguk "Liburan?" Lanjut Lavasha "Sekalian liburan tapi intinya ada acara keluarga soalnya Abang yang kedua wisuda" "Sekolah di Kanda?" Tanya Lavasha "Iya Mc master university" jawab Keysha. Lavasha diam mendengar nama kampus itu ingatannya yang masih hangat tentang semuanya kembali memenuhi kepala Lavasha. "Kak?" Panggil Keysha yang melihat Lavasha bengong "Eh iya?" "Ko ngelamun?" "Enggak ko. Emang kapan mau ke Kanada?" "Emmh mungkin lima bulan lagi lah" jawab Keysha "Oke. Pokonya yah Key disana kamu harus Dateng ke yang namanya Jasper National Park sama Banff National Park juga tempanya indah banget. Terus harus dateng ke Montreal. Montreal itu pusat perbelanjaan terbesar di Kanda yang dalamnya juga bukan cuma pusat perbelanjaan tapi juga ada museumnya. Pokonya nanti Key harus kesana" "Wuiiih keren tuh. Iya Kak, Key bakal kesana" "Ya harus!" Keysha pulang di Zaldi dengan satu kotak yang diberikan Lavasha kepada Keysha. Isinya adalah gaun cantik yang membuat Keysha jingkrak saat Lavasha memberikannya pertama kali.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN