Kilas Balik Kedua

883 Kata

Melda terpaksa melahirkan secara prematur. Hal itu membuat Senan panik dan berlari di sepanjang koridor rumah sakit. Keringatnya mengalir dari balik baju putihnya, terus menderas hingga kakinya rontok di depan pintu ruang operasi. Dia tumbang, terjatuh. Di sana sudah ada Aar dan suaminya. Mereka segera mengangkat tubuh Senan untuk duduk. "Dia tadi nelepon Mas. Tapi, tapi nggak Mas angkat. Harusnya Mas nemenin Melda, nggak ngebiarin dia sendirian." Ferdi mengusap punggung saudaranya. Dia tahu betul bahwa tugas seorang laki-laki sangat berat untuk mengurus keluarganya. Senan sudah punya satu anak perempuan yang sekarang tinggal bersama neneknya di kampung. Umurnya sekitar enam tahun, masih kelas satu SD. Tetapi dia tidak begitu dibahas karena perannya yang tidak sentral. Aar memberikan bo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN