Kami di lempar ke ruang bawah tanah yang berjarak empat meter dari permukaan tanah. Sengat listrik menjalar di tubuh kami, mengalir hingga kapiler darah. Kepala kami terbentur dasar ruangan, terasa benjol. Saat kami mengaduh kesakitan, cahaya di ruangan menghilang seiring ditutupnya pintu. "Dokter Wan jahat." Teta merutuki penyesalan mendalam. "Dia bukan Dokter Wan. Dia orang yang menyamar. Dan, mereka tadi bilang kalau mereka sudah kehilangan satu orang. Berarti Iron sudah menyelamatkan diri. Apa mungkin dia akan datang menyelamatkan kita?" Aku berusaha optimis atas kemungkinan buruk apapun yang terjadi. "Aku ingin cerita sesuatu." Urni tiba-tiba mengambil suara. "Apa?" tanya Teta. "Planet Bestuur sebenarnya planet kosong. Aku dan orang tuaku keturunan penduduk bumi asli. Orang-orang

