“Apa rencanamu selajutnya, Ace?” Pertanyaan yang diajukan Marcus pada Ace membuat langkah keduanya berhenti. Di tengah lorong gelap dermaga tua yang berbau pengap. Ayah dan anak itu berdiri berhadapan. “Aku ingin menghabisi keduanya.” “Apa maksudmu?” “Diana dan juga Sersan sialan itu.” Tatapan mata Ace begitu tajam dengan seringai licik yang dipancarkan dari tarikan dua sudut bbirnya. “Aku telah menyiapkan segalanya,” ucap Ace sambil melanjutkan langkahnya, meninggalkan Marcus dalam kebingungan. *** Castel berjalan mondar-mandir di tengah ruang apartemen Will. Ia tampak menghubungi seseorang namun tidak berhasil sampai ponsel Diana yang berdering, menampilkan nama Brenda. “Yes, Brenda.” Suara Diana membuat Castel menoleh dan memutus tel

