“Kau baik-baik saja?” tanya Castel saat mendapati napas Diana yang pendek-pendek. “Di,” desis Castel. Diana meringis dan Castel seketika menghentikan mobilnya di bahu jalan dengan mendadak. Sebutir peluru tepat mengenai perut Diana, luka yang merembas dari balik kemeja yang di kenakannya. “b******n biadab!!” pekik Castel. Tangan Diana telah bersimbah darah. Keningnya berpeluh. “Bertahanlah. Aku mohon Diana,” ucap Castel dengan ketakutan luar biasa. Ia langsung menghidupkan kembali mobilnya dan melaju dengan kecepatan luar biasa. “Cas…” Suara Diana bergetar dan ia mencoba menggapai Castel dengan tangannya yang berlumur darah. “Jangan bicara, Di. Kita akan ke rumah sakit sekarang.” “Tidak. Aku ingin mencari---” “Diana, aku mohon. Aku yang akan menyelesaikannya,” sela Castel meraih u

