Suara alarm kebakaran berdering kencang, memekik ke setiap sudut lorong penjara. Menghentak dan kepanikan seketika memenuhi seluruh ruang penjara yang sempit dengan banyak penghuni. Alarm yang membuat seluruh pintu penjara terbuka otomatis. Semua penghuni penjara berhamburan, berlari dan Marcus tersenyum miring dengan seringai licik. Ia keluar dan menyelinap di antara para tahanan lainnya. Ia terus berjalan sambil menundukkan wajahnya, bertabrakan dengan tahanan lainnya sampai ia memutuskan untuk berlari meski terseok-seok akibat luka tembak yang di buat oleh Castel Johnson. Dalam otak Marcus ada wajah-wajah yang seakan membuatnya bertekat untuk melepaskan diri dari belenggu jeruji penjara. Ada misi pembalasan tersemat dan membentuk sebuah janji pada dirinya.

