Taylor mengernyitkan dahinya. "Sekolah? Ada apa dengan sekolah?" Lanjutkan.
Adam menghela nafasnya. "Ada sesuatu yang ganjil di sekolah kita."
"Apa itu?" Tanya Taylor sambil menyipitkan mata.
"Gue nggak tau. Apakah ada yang bisa membantu dan memberi tahu kita?" Jawab Adam.
"Tunggu .. kita harus mencari tahu tentang sekolah kita dulu. Jangan asal main gitu aja, Dam." Jelas Taylor.
Adam mengangguk pelan. "Gue rasa .... gue diikutin oleh sesosok pakaian dari sekolah sampai gue sakit dan seperti ini." Gunakan Adam sambil menunjukkan lebam yang ada di bekas dan bekas cakaran yang sampai sekarang sama sekali belum hilang.
Taylor kaget melihat tubuh Adam yang penuh luka seperti itu.
"Itu ... kenapa bisa sampai seperti itu?" Tanya Taylor dengan wajah prihatinnya.
Adam menghela nafas. "Gue diikutin sama nenek-nenek dari sekolah kita. Gue nggak masuk sekolah gara-gara ini semua." gue. " Jelas Adam.
Taylor tidak begitu mengerti. "Oke ... gue rasa kita harus terlacak dulu sekolah. Gue akan cari tahu tentang latar belakang sekolah kita. Urusan yang rumah sakit nanti saja." Ucap Taylor.
Adam mengangguk. "Gue ikut!"
***
Sesampainya di rumah Taylor, mereka berdua langsung berlari masuk ke dalam kamar. Mereka sangat penasaran dengan sekolah yang mereka tempati untuk belajar itu.
"Jadi bagaimana?" Tanya Adam.
Taylor mengangkat tanda bahunya tidak tahu harus mengetik apa. Dia yang melakukan apa yang harus dia lakukan. Menemukan latar belakang sekolah memang cukup susah.
"Minggir, biar gue yang cari." Ucap Adam yang mengambil alih komputer.
Adam membuka google dan meluncurkan 'Sekolah Internasional Latar Belakang Indonesia'. Lalu mendesak masuk.
Keluarlah semua artikel tentang Indonesia International School. Pandangan Adam langsung tertuju pada artikel 'Latar belakang Misteri di Indonesia International School.'
Taylor melihat apa yang Adam buka. Mereka membaca bersama dengan wajah yang sangat serius dan teliti dalam membacanya.
"Hentikan disitu Dam. Lihat." Ucap Taylor sambil menunjuk apa yang akan dibaca.
"Tanggal 23 Agustus 1977 Sekolah Internasional Indonesia mengeluarkan insiden kebakaran. Sebanyak 2000 dari 6000 siswa yang dinyatakan sebagai terpecat dan 15 staf sekolah juga menjadi korban dalam insiden tersebut. Insiden yang menyebabkan 2000 lebih banyak orang dalamnya terpanggang, sekolah yang telah dibuka untuk hasil yang telah disetujui dan tuntas Pengumuman yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengumuman tentang Pengeluaran Publik untuk Pengeluaran Publik untuk Pengeluaran Publik untuk Pengeluaran Publik untuk Pengeluaran Publik untuk Pengeluaran Publik untuk Pemantauan dan Pemantauan.
Adam dan Taylor kaget membacanya. Tidak ada sangka jika ada sekolahnya yang memiliki insiden yang sangat kelam hingga banyak korban berjatuhan. Kasihan sekali murid yang terhenti di sana, masa lalu yang mereka buat sekarang hanya tinggal kenanangan.
"Oke ... jadi sekolah kita pernah mengeluarkan insiden yang tragis itu. Insiden kebakaran terparah di Indonesia dan dengan cekatan semua pihak sekolah merahasiakan semua ini dari kita dan semua siswa. Sungguh tragis!" Ucap Taylor.
Adam mengangguk. "Gue rasa satpam sekolah kita tahu lebih lanjut tentang latar belakang sekolah kita, karena dia selalu takut pulang malam saat tiba tiba. Tapi anehnya kita pulang sama saja dengan semua sekolah di Indonesia."
Taylor mengangguk. Mereka memutuskan untuk membaca lagi.
"Hentikan ... baca ini Dam." Ucap Taylor sambil menunjuk lagi.
"Pada tanggal 23 Januari 1985, Sekolah Internasional Indonesia ditutup lagi karena telah terjadi pembantaian yang dilakukan secara massal pada jam pelajaran. Sekitar 1571 lebih murid di sekolah yang telah ditinggal. Aminah ~ pembersih sekolah yang didukung sekolah yang ditransfer mengenalkan dengan wajah yang hancur dan tubuh yang hanya menyisahkan tulang belakang saja. Korban diketahui melepaskan 75 tahun. Polisi mengungkapkan apa yang terjadi di sekolah ini termasuk tidak kesengajaan dan sampai sekarang yang melakukan perbuataan keji ini belum ditemukan. "
Taylor dan Adam langsung kaget lagi. Nenek tua yang ikut Adam itu adalah korban pembantaian tahun 1985. Aarrgghh .... sangat menyeramkan.
Taylor dan Adam sekarang sudah tahu apa yang terjadi di sekolah mereka. Sayangnya, dalam artikel itu tidak ada tempat dimana nenek yang bernama Aminah itu dibunuh.
'Semuanya akan selesai secara lengkap.' Ucap Adam dalam kemenangan.
***
Pagi telah tiba, Adam dan Taylor berjalan bersama menyusuri koridor sekolah. Sorot mata Adam sangat tajam sehingga orang yang mengerti akan kesulitan.
Rencananya mereka akan pergi bertemu dengan Damian dan om Irfan untuk mencari tahu lebih banyak informasi tentang sekolah ini. Kenapa nenek Aminah itu selalu menganggu Adam? Kenapa sebelumnya dia tidak pernah menampakkan dirinya?
Adam dan Taylor jalan dalam diam. Mereka menyukai sesuatu yang sangat membuat mereka tampak lesu, tambah Taylor yang dikenal sebagai pria nerd ganteng dan selalu tersenyum, ternyata memiliki sifat lesuh karena kalah dengan pikirannya.
Saat sudah dekat dengan kelas, tiba-tiba ada suara teriakan murid yang sangat cepat dari arah lapangan dan semua murid yang mendengar teriakan itu langsung berlari berhamburan melihat apa yang terjadi di lapangan.
Taylor memandang Adam. "Kenapa semuanya lari?" Tanya Taylor yang melihat murid-murid lari ke lapangan.
"Nggak tau." Jawab Adam.
Adam melihat Anisa yang berlari keluar dari kelas dan dengan cepat Adam langsung memegang tangan Anisa.
Anisa langsung tersontak kaget kompilasi Adam memegang memegang. Adam menatapnya dengan tatapan ingin tahu.
"Adam .. sekarang bukan waktunya untuk balas dendam oke ..." Ucap Anisa.
Adam mengangkat alisnya satu. "Maksudmu?"
Anisa menghela nafas dengan kasar. "Lepasin tangan aku .. aku mau lihat di sana!" Ucap Anisa sambil mencoba melepaskan pegangan tangan yang kuat dari Adam tetapi hasilnya dia tidak bisa melepaskan dari Adam.
Adam melihat semua siswa yang masih berhamburan keluar kelas untuk melihat apa yang terjadi di lapangan.
"Memangnya ada apa?" Tanya Adam yang masih memegang tangan Anisa.
"Gue nggak tahu Adam! Ada yang membunuh diri!" Jawab Anisa dan dorong Adam sampai dia terjatuh, untung ada Taylor.
"Bunuh diri?" Tanya Taylor.
Adam mengangguk pelan dan langsung berlari juga menuju tempat kejadian. Sudah banyak murid yang memenuhi lapangan, bahkan ada yang ingin sampai muntah. Darah segar mengalir di lantai lapangan dan diinjak oleh para murid yang sangat ingin tahu.
Adam dan Taylor memberi semua murid untuk memberi jalan dan semua murid mau menurutinya.
Betapa kagetnya mereka berdua kompilasi ...
"Pak Santos?" Ucap Adam dengan wajah yang tidak percaya.
"Ohhh, sial!" Ketus Taylor kompilasi melihat pak Santos ~ satpam sekolah yang sudah tidak bernyawa.
Taylor tampak ingin sekali muntah dan pergi dari kerumunan. Sementara Adam, dia masih melihat pak Santos dengan wajah terima kasih dan aneh.
Beberapa hari yang lalu dia terlihat baik-baik saja dan sekarang dia mati akibat diusir? Itu aneh! Benar-benar aneh! Sementara lantai sekolah di antara lapangan bola tidak cukup tinggi bahkan di atas atap tidak bisa dibuka karena memakai dan memakai kata sandi. Sungguh aneh!
Dengan menantang Adam mendekati ke arah mayat pak Santos. Dia penasaran dengan luka cakar yang ada di leher Pak Santos yang hancur.
"Adam apa yang kamu lakukan! ??" Teriak salah satu murid.
"Adam jangan kesana !!" Teriak salah satu murid lagi.
"Adam !!! Jangan mendekat kesana! Berbahaya!" Teriak seorang guru yang aku tahu bernama Pak Juandi.
Adam terus mendekat dan kompilasi sudah sampai di dekat mayat Pak Santos itu, Adam berjongkok lalu perlahan-lahan melepaskan leher pak Santos.
"Pergi kau dari sini! Jangan ganggu aku! Pergi!"
" Kau mau dia mati? Kalau kau mau dia mati, aku akan membunuhnya sekarang."
"Tidak ... kumohon jangan! Dia murid teladan di sini! Tolong jangan sakiti dia!" Ucap Pak Santos sambil terisak.
"Kalau kamu tidak mau dia mati maka kamu yang akan mengembalikannya untuk mati!"
"Tidak kumohon! Jangan! Jangan tahan aku! Aaarrgghh !!!!"
Adam langsung melepas melepas pada leher pak Santos. Adam menghabiskan ludah dengan raut wajah yang butuh. Sekarang dia tahu kalau butuh itu mengincarnya dan akan melakukan apa pun untuk menerima.
"Adam! Apa yang harus dilakukan ?!" Teriak Taylor.
Raut wajah Adam masih sangat sulit. Dia tadi bisa melihat apa yang akan terjadi pada pak Santos dengan jelas.
"Adam! Hai teman! Sadar!" Ucap Taylor sambil mengguncang tubuh Adam.
Adam minum ludahnya lagi. "Tay ... gue lihat semuanya! Semuanya tampak begitu jelas!" Gunakan Adam dengan wajah yang sangat sulit.
"M-maksud lo apa Dam?" Tanya Taylor yang tidak mengerti.
Adam melihat ke arah mayat pak Santos. "D-dia ... dia ..."
*********