Di tempat lain, Gerry sedang termenung memandang gelapnya malam. Dia masih syok dengan apa yang terjadi pada dirinya, yaitu dia dengan mata kepalanya sendiri melihat perwujudan hantu menyerupai kawannya sendiri, padahal ketika dia melihat Adam pergi, tidak ada pemikirin darinya bahwa yang di ikutinya itu bukan Adam. Sesekali dia menghela nafasnya, membuat malamnya menjadi dingin. Lebih dingin dari sebelumnya. Perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak. Dengan cepat Gerry mengambil handphonennya lalu menelpon Laras. Tuutt... Tuutt.. "Halo, Ger." Ucap Laras di seberang sana. "Kakak dimana?" "Di kedai kopi, Dek. Kenapa?" "Cepetan pulang, Kak. Gue takut disini. Baru kali ini gue takut banget." "Panggil Bibi Wulan, Dek. Kakak masih lama nih kayaknya." Gerry menghela nafasnya berat, "Bi W

