BRAKH!! Gerry dan Adam langsung kaget bukan main ketika Laras membuka pintunya dengan sangat kencang. Jendela kamar Gerry juga sedikit berbunyi, kalau lebih keras dari itu, jendelnya pasti akan pecah. Laras terlihat mengatur nafasnya. "Gila lo kak. Santai aja. Kasihan pintunya, di gebrak sama kakak." Ucap Gerry asal. Laras menatap Gerry dengan tajam lalu masuk ke dalam kamarnya sambil sesekali mengatur nafasnya yang belum beraturan. Dia duduk tepat di samping Adam lalu menyenderkan kepalanya dan tertidur. Adam yang melihatnya, seakan-akan mengatakan 'dasar aneh', lalu menatap Gerry. Dia hanya terkekeh. "Mungkin efek capek sama ketakutan. Yasudah, tidur yuk. Besok lo sekolahkan?" Ucap Gerry. "Gak mau gue sekolah. Kaki gue kambuh lagi." Jawab Adam sambil menutup matanya. "Btw kalau kepa

