42

1502 Kata

"Ini yang terakhir. Perjalan ini akan segera berakhir." Ucap Adam sambil memegang tangan Laras. Gerry yang melihat tangan kakaknya di pegang oleh Adam, langsung di lepas olehnya lalu menatapnya tajam. "Jangan mentang-mentang perjalanan mau berakhir, lo bisa enakan pegang tangan kakak gue. Jangan modus. Mau tuh kaki gue kasih mampus?" Ketus Gerry yang membuat Adam meringis, sedangkan Laras tertawa melihat adiknya itu yang masih tidak rela jika tangannya di pegang oleh laki-laki selain dirinya. "Sudah-sudah. Ayo kita lanjut." Ucap Laras melerai sambil tersenyum kepada kedua lelaki itu. Laras pertama memasuki cahaya itu, diikuti oleh Adam dan Gerry di belakangnya. Sekarang merrka berada di sebuah ruangan yang sangat luas. Ruangan yang belum mereka pernah datangi sebelumnya. Di ruangan itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN