41

1349 Kata

"Pintu kedua. Aku rasa jantung kita akan di permainkan disini. Kalian siap?" Mereka mengangguk. Dengan gerakan pelan, Adam memegang gagang pintu itu, lalu membukanya. Nampaklah sebuah ruangan yang sangat gelap disana. Ini yang aku tunggu, batin Adam. Ruangan itu sama persis dengan ruangan yang ada di kampus Laras. Adam tersenyum senang. Dia masuk kedalam ruangan itu deluan, diikuti oleh Gerry dan Laras di belakang. Jantung Gerry berdegub dengan kencang, begitupun dengan Laras. Entahlah... Ada firasat buruk yang akan menghampiri mereka, tetapi mereka harus tetap positive thingking karena makhluk yang tidak bisa di lihat oleh kebanyakan orang, selalu akan tahu apa yang kita rasakan, apa yang pikirkan, dan apa yang kita bicarakan. Pikiran negative akan membuat mereka semua lebih leluasa unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN