S2 - BAB 38

1068 Kata

"Halo, ada apa, Kak?" tanyaku. "Kamu nangis?" Bukannya menjawab pertanyaanku kak Langit malah balik bertanya. Aku tidak langsung menjawab, entah mengapa kalau sedang sedih ditanya itu jadi lebih sedih. "Eng-nggak," jawabku. "Suara kamu yang bindeng, kegugupan kamu, itu semua enggak bisa bohong. Maaf kalau mengganggu, aku akan menelepon kamu lain waktu. Kalau kamu butuh bantuan aku apa pun itu bilang aja, ya." Kali ini air mataku sungguhan terjun. Aku menganggukkan kepala meski kutahu kak Langit tidak akan bisa melihatnya. Semenjak mengenal kak Langit aku bisa merasakan bagaimana rasanya mengadu dengan seorang kakak laki-laki—salah satu impianku selama ini. Namun tetap saja, aku harus jaga batasan, kak Langit tetaplah atasanku dan aku tidak boleh seenaknya dengan ia. "Terima kasih, Kak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN