Awalnya aku benar-benar tidak menyangka kalau Dane akan mengatakan hal tersebut. Kupikir dia sungguhan menyetujui apa yang aku katakan, yakni memulai jalan masing-masing dan melupakan kisah lama. Namun dia di luar dugaanku, aku yang sebelumnya sudah bingung harus bersikap apa kini jadi tambah bingung. Aku masih berjongkok, mataku langsung mengerjap ketika aku sadar kalau sejak tadi ternyata aku terus memerhatikan Dane. Dane pun sejak tadi terus memerhatikanku. Suasana benar-benar hening dan canggung sekarang. “Bagaimana, Ra?” tanya Dane saat aku mulai bangkit dari duduk. Di saat itu juga dia ikut bangkit. “Jangan main-main dengan pernikahan, Dane! Kamu pikir aku perempuan gampangan? Semua yang kamu inginkan selalu saja harus terealisasikan. Sejak dulu sampai sekarang, sikap otoritermu it

