S2 - BAB 33

1208 Kata

Mungkin dia emang udah bahagia, rasanya gua enggak perlu datang lagi ke kehidupan dia. --- Aku langsung mematikan televisi saat wajah Dane terpampang di sana. Lolita sampai menaruh kembali mie yang sebelumnya hendak ia masukkan ke dalam mulut ke dalam mangkuk. Dia menatapku dari atas sampai bawah, mulutnya masih terbuka. Belum sempat dia mengangkat suara, aku sudah lebih dulu bangun dari duduk. "Aku mau ngerjain kerjaan dulu," ucapku seraya melangkahkan kaki ke dalam kamar. Lolita memanggil-manggil namaku, tapi aku tidak menghiraukannya. Entahlah, aku jadi malas melihat wajah Dane. Setidaknya ini lebih baik daripada harus menangis seperti kemarin. Mau bagaimana pun, Dane bukanlah suatu hal berharga yang harus aku tangisi. Niatnya aku mau membuka laptop, tapi urung saat handphone-ku b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN