Buat apa datang? Lu cuma merobek luka yang udah tertutup rapat! --- Wira langsung menendang betis Dane lagi setelah mendengar apa yang baru saja laki-laki itu katakan. Kalau tadi tidak menggunakan tenaga, kali ini ia gunakan tenaganya. Dane sampai berjinjit-jinjit karena menahan sakit, Gea pun sampai meninju lengan Wira karena ia merasa kalau suaminya itu terlalu berlebihan. "Kalau lu sadar lu b******k, harusnya lu minta maaf bukan lari dari kenyataan! Lu selalu kayak gini, gua kira lu udah berubah!" hardik Wira. Gea menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia jadi bingung harus bicara apa sekarang. Apa yang Wira katakan memang benar, tapi menendang Dane sampai suara tulang terbentur sepatu terdengar itu tidak benar. "Gua nyebut laki-laki tadi, yang gua bilang tampan dan tajir, itu buka

