Menyiksa Verga

1133 Kata

"Bagaimana menurut mu?" tanya Verga yang sedang berlenggak-lenggok layaknya seorang peragawati. Mengenakan gaun malam berwarna merah tua yang menawan dan berkilauan layaknya tumpukan permata tengah menempel pada tubuhnya. Barack memandangi istrinya dengan tatapan terpesona. Ia menyilangkan kaki mengelus rahangnya yang terlihat kokoh. "Kau sangat cantik! Luar biasa!" "Ya ... gaun ini memang cantik," balas Verga memandangi dirinya di cermin. Beberapa hari lagi, pesta pernikahan dirinya dan Barack akan digelar besar-besaran. Dan semakin besar pula kekhwatirannya. "Bukan gaunnya yang cantik. Tapi kau." Verga terdiam. Tak menanggapi perkataan suaminya. Entah apa yang ada di pikirannya. Melihat istrinya nampak murung, Barack berdiri dan mendekati istrinya. Untung saja ruang ganti butik i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN