Verga memasang wajah cemberut ketika di dalam mobil. Bagaimana tidak? Rambut panjangnya diikat dua. Kanan dan kiri. Seperti mahasiswa yang akan pergi ospek. Dan juga, pakaian panjang yang sering ia gunakan saat musim dingin tiba. "Kenapa tidak sekalian pakai kawat gigi dan kaca mata dengan frame tebal?!" protes Verga tanpa menoleh ke arah suaminya. Ia lebih memilih untuk melihat jejeran gedung-gedung bertingkat yang ada di ibukota. Ya, setidaknya untuk sekarang. "Begini saja kau sudah cantik," goda Barack mengelus rambut istrinya dan menciumnya dengan lembut. "Begitu sampai di kantor, Adnan akan memberi mu instruksi. Jika kau tidak tahu suatu hal, kau bertanya lah pada ku." Barack melanjutkan lagi. Dengan sangat serius. Dia tahu istrinya memiliki harga diri yang tinggi. Tak ingin bekerj

