Alena baru masuk ke dalam kelas saat dia melihat bangku biasa tempat dia bertempat di kelas IPS telah diduduki oleh seorang siswi. Langkah Alena terhenti, dahinya mengernyit. DIa tidak ingat ada wajah itu dalam kelas Devan. Atau mungkin dia murid baru? Alena menggeleng. Dia ingat jika wajah perempuan itu nampak sangat familier, seperti dia pernah bertemu sebelumnya. "Devan! Akhirnya kamu datang!" Cewek dengan rambut digerai lurus menggunakan bandana putih dan memiliki wajah cantik itu berdiri menghampiri Devan. Dengan senyum lima jari dan mata berbinar, dia langsung memeluk Devan. "Kamu tau nggak, tadi malam aku mimpi kamu ngelamar aku loh! Makanya, aku ke sini buat ngasih ini!" Cewek itu mengangkat tangannya dan menunjukkan sebuah cincin berwarna putih. Alena mengerjab. Apa? "Aku ta

