65. Petunjuk Awal

1582 Kata

Devan dan Alena duduk di sebuah bangku taman bawah pohon. Tidak ada kalimat yang terucap dari bibir dua remaja yang masih memakai pakaian putih abu-abu tersebut. Pandangan mereka sama-sama ke depan, melihat pohon-pohon rindang dan orag-orang di bawahnya yang sedang melakukan aktivitas masing-masing seperti berjalan bersama pacar, nongkrong bersama teman, atau duduk sendirian sembari memainkan ponsel. "Huuuffft ...," Alena dan Devan sama-sama menoleh. Ternyata mereka berdua sama-sama menghela napas panjang. Sepertinya apa yang menimpa mereka di sekolah mengganggu pikiran mereka masing-masing. "Gue-" , "Aku-" Karena berkata bersamaan, mereka terdiam. Devan mengindikkan dagu. "Lo kenapa?" "Kamu yang kenapa?" "Lo aja yang cerita duluan." "Kamu aja." "Siti." "Bambang." Mereka memaling

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN