Devan dan Alena duduk di sebuah bangku taman bawah pohon. Tidak ada kalimat yang terucap dari bibir dua remaja yang masih memakai pakaian putih abu-abu tersebut. Pandangan mereka sama-sama ke depan, melihat pohon-pohon rindang dan orag-orang di bawahnya yang sedang melakukan aktivitas masing-masing seperti berjalan bersama pacar, nongkrong bersama teman, atau duduk sendirian sembari memainkan ponsel. "Huuuffft ...," Alena dan Devan sama-sama menoleh. Ternyata mereka berdua sama-sama menghela napas panjang. Sepertinya apa yang menimpa mereka di sekolah mengganggu pikiran mereka masing-masing. "Gue-" , "Aku-" Karena berkata bersamaan, mereka terdiam. Devan mengindikkan dagu. "Lo kenapa?" "Kamu yang kenapa?" "Lo aja yang cerita duluan." "Kamu aja." "Siti." "Bambang." Mereka memaling

