56. Dia bukan Devan

1909 Kata

Devan tidak tau harus berkata atau berbuat apa. Tatapan mengintimidasi dan penuh kecurigaan di depannya, diiringi dengan todongan kain pel, kemoceng dan sapu membuat dia tidak berkutik sama sekali. Dia ingin menerobos ke kanan, tapi sapu itu mencegahnya, membuat Devan mengernyit jijik. Dia ingin menerobos ke kiri, tapi kemoceng itu membuat dia ingin bersin. Kalau ke depan tentu saja tidak akan! Devan tidak akan mau wajahnya terkena lap pel itu! Bisa-bisa dia terkena jerawat, bisul atau panuan! Yah, meskipun ini bukan wajahnya sendiri, tapi Devan juga ingat dia harus merawatnya. Bagaimanapun dia dan Alena berbagi tubuh dan itu berarti, dia juga harus merawat wajah Alena seperti dia merawat wajah sendiri. Kan nggak lucu seandainya sekarang dia menempati tubuh Alena tapi muka kinclong dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN