Die

829 Kata

Alaina melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah ketika menyadari jam sudah malam. Ternyata bercakap-cakap dengan Hyunki membutuhkan waktu yang lama. Alaina sudah menyiapkan dirinya ketika bertemu Duncan nanti. Pasti Duncan akan marah padanya. Alaina menghembuskan nafasnya lalu membuka pagarnya pelan. Tapi dia mengerutkan dahinya ketika melihat sebuah heels di depan rumahnya. Alaina sendiri merasa tidak familiar dengan heels itu. Perasaanya memburuk ketika dia sudah masuk ke rumah dan mendapati teriakan dari arah kamarnya. Tidak, bukan teriakan melainkan sebuah desahan. "Duncan emmhh!" Alaina tersentak kaget, langkahnya berhenti. Jantungnya seakan berdetak dua kali lebih cepat. Dia menggigit bibir bawahnya merasakan ketakutan yang menerjang dirinya. Perlahan dia melangkah kemba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN