Love Story Cafe, jam 3 sore.
Aku melangkahkan kaki masuk kedalam Cafe. Aku memakai baju pink seperti yg udah aku bilang sama Ken. Yaa aku memakai blouse pink dan celana jeans putih panjang, rambutku seperti biasa aku biarkan tergerai. Aku melihat ke kanan kiri, mencari cowo yg pake baju hitam. Lalu aku melihat seorang cowo yg duduk di meja dekat kolam. Untung hari itu hanya ada satu cowo yg memakai baju hitam. Jadi aku ga sulit untuk mencarinya.
Aku mendekati meja itu pelan pelan. Sebelum aku sampai dan menyapanya dulu, cowo itu sudah membalikkan badannya dan tersenyum. Dan aku mematung seketika. Wajahnya yg manis, senyumnya juga manis, walaupun tubuhnya ga atletis tp tinggi tegap. Sangat berkharisma.
Cowo itu lalu mendekati dan melambai lambaikan tangannya di depan mukaku. Saking terseponanya, aku sampai bengong. Yaa ampun aku memberikan kesan pertama yg memalukan.
" Kyara? " tanya Ken sambil melambaikan tangannya di depan mukaku
" Eh iyaa aku Kyara. Ken? " tanyaku sambil mengulurkan tangan
" Iyaa aku Ken. Kamu tambah cantik Ra. " jawab Ken sambil membalas uluran tanganku dan tersenyum manis
" Makasih kamu bisa aja. Kamu juga udah banyak berubah Ken. Aku sampe pangling. hehehehe " balasku dg tersenyum juga
" Ayo ngobrolnya sambil duduk Ra. Silahkan. " kata Ken sambil menarik kursi untukku dan mempersilahkan aku duduk
" Makasih Ken. " jawabku singkat sambil tersenyum
Setelah sama sama duduk, kita lalu memesan makanan. Kita ga memesan makanan berat. Aku memesan Oreo coffe ice blend dan camilan. Sedangkan Ken, Ken hanya memesan affogato.
Lalu kita mulai berbincang banyak hal. Menumpahkan rindu yg sekian lama terbendung.
" Sejak kapan kamu di Jogja Ken? " tanyaku memberanikan diri mengawali pembicaraan
" Baru seminggu yg lalu Ra. Maaf karena baru sempat ngajak ketemu, karena aku disini juga sibuk bekerja. " katanya langsung menjelaskan dg detail, seolah tau kalo aku akan menyalahkannya karena udah lama di Jogja tapi baru menghubungi ku sekarang.
Ken memang dari dulu selalu mengerti apa yg aku pikirkan. Aku sempat berpikir kalo dia bisa membaca pikiran orang. Tapi ntah lah benar atau tidak karena setiap sama aku dulu, dia selalu dan paling mengerti aku walau aku belum sempat mengucapkannya.
" Jadi kamu kesini karena tugas pekerjaan? Aku kira kamu akan tinggal disini lagi Ken. " tanyaku lalu aku meminum minuman ku
" Iya begitulah Ra. Aku juga pengen tinggal disini lagi, pengen bareng bareng sama kamu lagi kaya dulu. Tapi yaa kita liat aja nanti. " jawab Ken sambil membuang nafas kasar
" Heeemmm yaa mungkin takdir kita harus selalu terpisah jarak Ken hehehehe. Ngomong ngomong kamu kerja apa Ken? " kataku sambil tertawa berusaha membuat suasana menjadi asyik
" Aku bekerja sebagai arsitek Ra. Tp aku pengen walaupun kita terpisah jarak, tp kita bersatu dalam ikatan Ra. " jawab Ken sambil menggenggam tanganku
" Hah? Maksud kamu Ken? " tanyaku yg shock dg ucapan Ken. Karena kita baru bertemu setelah sekian lama dan Ken langsung mengungkapkan perasaan. Aku kaget sekaligus bingung.
" Ra kamu tau kan dari kecil aku udah suka sama kamu. Selama ini aku selalu mikirin kamu, selalu inget sama kamu. Dan asal kamu tau, selama ini juga selalu mengamati kamu dari jauh. Aku selalu melihat status sosial mediamu Ra. Aku selalu mengikuti perkembangan mu. Dan aku meminta di tugaskan ke Jogja karena aku pengen ketemu kamu. Lusa kamu wisuda kan? Aku sebenernya pengen kasih kamu surprise buat Dateng ke wisuda kamu. Tapi aku takut kamu kaget dan ga percaya karena kamu belum pernah ketemu aku lagi semenjak kecil. Makannya sekarang aku ngajak kamu ketemu. " jelasnya panjang lebar
" Tapi Ken kita baru ketemu lagi setelah sekian lama dan aku juga butuh mengenal kamu yg sekarang Ken. " jawabku mencari alasan karena aku bingung harus menjawab apa
Jujur aku ga terkejut dg perasaan Ken ke aku. Tapi yg bikin aku ga percaya adalah Ken sampe sekarang masih punya perasaan yg sama. Dan parahnya lagi sekarang ada Kaysan juga di hatiku. Bener bener ga tepat kamu datengnya Ken. Kamu bikin aku bingung setengah mati. Mana yg harus aku pilih? Di satu sisi dulu aku menyukai Ken, dan rasa itu masih ada walaupun secuil. Akan sangat mudah mengembangkannya lagi, kalo Ken memperlakukan ku dg manis terus. Di sisi lain aku juga menyukai Kaysan. Tapi perasaan ku pada Kaysan ntah kapan ada kejelasan. Dan masalahnya adalah aku nyaman dg keduanya. Jadi aku harus bagaimana? Menerima orang yg mencintai ku atau bertahan dg perasaan ku pada orang yg aku cintai tp tak pernah ada kejelasan hubungan?
Aku benar benar pusing. Ternyata lebih pusing mengurus masalah percintaan daripada harus mengurus skripsi. Aku terjebak cinta 2 laki laki. Oh Tuhan gimana ini?
Ken tidak menyerah, dia terus meyakinkan ku bahwa dia mau menunggu sampai aku yakin dg semuanya.
" Oke, kita bisa mulai lagi dari awal pelan pelan Ra. gimana? " tanyanya dg nada memohon
" Eeemmmm gimana yaa Ken? " aku malah bertanya balik. Karena aku masih belum bisa memutuskan jawabannya sekarang
" Atau kamu udah punya cowo Ra? " tanyanya sambil menegakkan badan
" Ga si Ken, aku belum punya cowo. " yaa itulah jawaban spontan yg keluar dari mulutku. sadar atau tidak jawaban itulah yg membuat semuanya menjadi berubah.
Aku juga ga tau kenapa aku menjawab seperti itu. Tapi aku memang benar kan, aku belum punya cowo. Karena aku dan Kaysan hanya sahabat, meskipun aku memiliki rasa kepadanya. Jawabanku juga seakan membuka peluang untuk Ken dan aku pun tak rela jika Ken menjauh dariku lagi jika aku menolaknya. Karena akupun rindu dan mengharapkan kebersamaan dg Ken lagi seperti dulu. Tapi semua menjadi rumit saat cinta berbicara diatas persahabatan. Sungguh rumit, benar benar rumit. Aku sendiri tak habis pikir dg semua ini. Sampai habis pikiran ku untuk memikirkannya.
" Baguslah kalo begitu. Jadi kamu mau kan menjalin hubungan yg lebih dari sekedar sahabat dg ku? " tanyanya lagi dg membuang nafas lega
" Kita jalani aja dulu Ken. Bagaimana akhirnya biar waktu yg menentukan. " jawabku sedikit ambigu tp mengarah pada bahwa aku menerimanya dan kita coba dulu aja. Yaa kira kira seperti itu.
" Oke aku anggap kamu mau menerima ku dan kita jalani hubungan ini. Aku harap akhirnya akan sesuai dg apa yg aku harapkan. Aku mencintaimu Ra. Sangat mencintaimu. " kata Ken lalu mencium punggung tangan ku. Dan aku hanya mengangguk tersenyum
Aku sempat memikirkan Kaysan, bagaimana kalo dia tau semua ini? Yaa tapi salah dia sendiri kenapa ga mau ngungkapin kalo emang beneran ada rasa sama aku. Itulah pembenaran diriku. Tapi semua pasti sependapat dg ku kan. Karena wanita itu butuh kejelasan dan kepastian. Bukan hanya sikap ga jelas yg selalu over protektif tp tak pernah ada kata cinta. Dan wanita pasti akan lebih memilih cowo yg gentle kan.
Jika Ken merasa bahagia karena aku menerima cintanya. Tapi tidak dg ku. Aku merasa ragu dan sedikit ada yg mengganjal dihati. Selain karena Kaysan, aku merasa bersalah dan takut jika keputusan ku menerima Ken hanya karena sebagai pelampiasan dan pelarian saja. Tp yaa sudahlah, aku sudah terlanjur menerimanya. Semoga keputusan ku tidak salah dan tidak menyakiti siapapun. Kita lihat aja gimana cerita perjalanan hubungan ini.