Kedelapan

2644 Kata
Setelah berada di obrolan yg menegangkan dan membuatku berpikir keras. Lalu kita mengobrol hal ringan dan bercanda. Sambil sesekali kita menyesap minuman yg ada di depan kita, dan memakan camilannya. Dan di kejauhan ada seorang cowo yg memperhatikan Aku dan Ken dari tadi. Ntah dari kapan dia memperhatikan kami. Aku dan Ken tak menyadari semua itu. Lalu tiba-tiba HP ku berbunyi tanda ada pesan masuk. Kaysan : Lagi ngapain Ra? Aku kaget menerima pesan itu. Ntah lah apa yg membuatku terkejut hanya dg pesan seperti itu dari Kaysan. Aku merasa Kaysan seperti tau jika aku sedang bersama cowo lain. Dan aku takut Kaysan benar benar tau, apalagi sekarang cowo dihadapan ku ini malah sudah aku terima cintanya. Sebenarnya untuk apa takut yaa, toh aku dan Kaysan hanya sahabat. Hubungan kita ga pernah ada kejelasan. Tapi aku masih sedikit berharap kalo Kaysan memiliki rasa yg sama dg ku. Yaa kebimbangan ku kembali muncul setelah menerima pesan Kaysan. Tapi sudahlah nasi sudah menjadi bubur. Cepat atau lambat Kaysan juga pasti akan tau hubungan aku dan Ken. Mungkin dg begini aku bisa tau gimana perasaan Kaysan sesungguhnya. Karena kalo Kaysan cemburu, dan menegurku berarti dia memang ada rasa. Dan kalo sampai itu terjadi, aku akan memaksa Kaysan untuk mengungkapkannya. Tapi kalo sikap Kaysan biasa aja dg hubungan aku dan Ken, maka harus ku pupuskan semua rasaku padanya selama ini. Aku : Lagi di cafe sama temen. balasku jujur Kaysan tersenyum melihat pesanku. Mungkin dia tak menyangka kalo aku akan membalasnya dg jujur. Yaa lagian buat apa bohong yaa kan. Toh sekarang justru perasaan Ken lah yg harus aku jaga. Dan aku akan berusaha untuk itu. Jadi maafkan aku yaa Kaysan. Kaysan : Temen siapa Ra? Aku. : Ken. sahabat kecilku Lalu Kaysan ga membalas chat ku lagi. Mungkin Kaysan terkejut aku bareng sama cowo lain. Atau Kaysan lagi berpikir tentang siapa Ken. Karena aku memang ga pernah menceritakan tentang Ken kepada siapapun termasuk Kaysan. Ken yg melihatku sibuk dg HP, ia sedikit menegurku walau tidak secara langsung. " Ehem...ehem. " Ken pura pura batuk. Aku tau dia hanya ingin menyadarkan ku kalo sekarang aku sedang bersamanya. Ada dia hadapanku. Yaa aku tau aku sudah salah mengacuhkannya walau hanya sebentar saja " Eh maaf Ken. " kataku merasa bersalah sambil tersenyum dan memasukkan HP ku lagi ke tas " Dari siapa emang Ra? " tanyanya penasaran " Oh itu temen Ken. " jawabku sedikit gugup dan Ken hanya membalasnya dg anggukan dan senyuman Kami lalu melanjutkan obrolan. Dan tiba-tiba Ken mengusap bibirku. Aku yg refleks dan terkejut dg sikap Ken, aku menjauhkan tubuhku. " Eh maaf Ra, ada bekas minuman di bibir kamu. " kata Ken menarik kembali tangannya " Eh mana. " kataku sambil tanganku meraba raba sekitar bibir mencari letak bekas minuman yg Ken maksud " Maaf Ra, sini aku bantu. " kata Ken lalu mengulurkan tangannya mengusap ujung bibir kananku untuk menghilangkan bekas minumannya. Setelah menghabiskan minuman dan camilan. Ken mengajakku jalan jalan. Kita keluar dg Ken menggenggam tanganku erat. Cowo yg melihat ku dan Ken dari tadi juga masih memperhatikan sampai aku dan Ken keluar cafe. Cowo itu juga melihat bagaimana aku berjalan bersama Ken yg saling menautkan tangan dan tersenyum mesra saat saling memandang. Yaa cowo itu terus menatap aku dan Ken dg senyum getir, lalu menundukkan kepala dan menghembuskan nafas berat. Sampai keluar dari cafe, aku dan Ken masih belum menyadari jika dari tadi ada sepasang mata yg mengamati dari awal hingga akhir kita ada di Cafe. Sampai di dekat mobil Ken, aku baru ingat kalo aku tadi ke cafe juga bawa mobil. Yaa kita kan berangkat sendiri sendiri awalnya. Lalu akhirnya aku menanyakan pada Ken akan kemana dan bagaimana. " Oh yaa mobil aku gimana Ken? Tadi kan aku kesini bawa mobil sendiri. " tanyaku sambil melepaskan tanganku dari Ken dan menepuk jidatku " Taruh disini aja dulu Ra, tapi dikunci yaa. Aman ko, nanti aku bilang ke satpam disini. " kata Ken menjelaskan sambil tersenyum " Emang kita mau kemana si Ken? " tanyaku lagi yg masih ragu untuk meninggalkan mobilku di cafe " Qtime dong Ra. Kan kita udah jadian, aku juga kangen banget sama kamu. Pengen ngabisin waktu bareng kamu. Oke? " jawab Ken sambil mengedipkan sebelah matanya " Tapi beneran ga papa kan Ken, kalo mobilnya aku tinggal disini? " tanyaku sekali lagi sambil tersenyum karena kedipan mata Ken " Ga papa sayang. " jawabnya singkat dg senyum manisnya Aku hanya mengerutkan kening. Sayang? Ga salah denger kan? Ken manggil aku sayang? Yaa ampun kenapa jantungku mendadak lompat lompat yaa. Ada perasaan bahagia karena dipanggil sayang. Tapi sedikit malu dan aneh ngedernya. Mungkin karena udah lama ga ada yg manggil sayang selain mamah papah hehehehe " Kenapa Ra? Ga papa kan kalo aku manggil sayang? Kan kita udah jadian. " tanya Ken yg menangkap ekspresi aneh muka ku waktu Ken manggil aku sayang " Eeemmmm ga papa ko Ken. Mungkin aku yg belum terbiasa jadi masih sedikit aneh hehehehe. " jawabku sambil tersenyum Akhirnya aku meninggalkan mobilku di cafe dg Ken yg membantu menitipkannya pada satpam cafe. Lalu aku dan Ken pergi dg mobil Ken. Ken sempat memasangkan seatbelt ku. Sungguh dari tadi Ken memperlakukan ku dg sangat manis dan lembut. Ken memarkirkan mobilnya di depan mall. Lalu membukakan pintu untukku dan mengajakku masuk. Aku sempat bingung kenapa kita ke mall? Lalu dg memberanikan diri, aku bertanya pada Ken. " Ken ngapain kita mall? " tanya ku heran " Aku mau cari baju buat Lusa dateng ke acara wisuda pacarku. " jawabnya sambil mencolek hidungku lalu Ken berlari pergi mendahului ku " iiissshhh Ken iseng banget si. Tungguin Ken. " kataku setengah berteriak sambil berlari karena Ken yg sudah mulai menjauh Aku berhasil mengejar dan menyamai langkah Ken. Lalu kami memasuki sebuah toko dg brand ternama. Aku sempat ragu untuk masuk. Yaa walaupun barang barang ku juga banyak yg branded, tp itu semua kan dari mamah dan papah. Aku belum bisa membelinya sendiri, secara aku belum kerja. Wisuda aja baru Lusa. Dan sekarang akupun ga membawa banyak uang. Haduh gimana ini (batinku bicara) Melihat aku diam seperti patung di depan pintu. Ken menarik tanganku lembut. Ken memintaku untuk memilihkan baju yg cocok untuknya. Setelah mendapatkan satu stel kemeja dan jas, Ken menuju ke rak rak sepatu. Disana dia mencoba berbagai sepatu, sedangkan aku berjalan melihat lihat higheels. Dan berhenti di salah satu higheels yg menarik. " Kalo kamu suka ambil aja Ra. " kata Ken sambil memutar badannya di cermin melihat sepatu yg di cobanya " Eh ga usah Ken. " kataku sambil menoleh ke arah Ken. Yaa aku menolak karena aku ga enak sama Ken dan aku takut dianggap sebagai cewe matre " Ga papa Ra, sekali kali lagian aku kan udah kerja sendiri. Jadi ga usah ngerasa ga enak juga. Aku ga bakal nganggep kamu matre ko. Kan aku udah kenal kamu dari kecil. " kata Ken sambil menghampiri ku dan melingkarkan tangannya di pundakku, lalu tersenyum dan menaik turunkan alisnya Ken selalu tau apa yg aku pikirkan. Tapi dia bukan cenayang yaa hehehehe Dia memang selalu bisa membaca raut wajah dan pikiranku. Ntah bagaimana caranya aku juga ga tau. " Tapi Ken... " Belum sempat aku melanjutkan ucapanku, Ken sudah mengambil highlees di depanku sambil mengecup pipiku sekilas, lalu tersenyum dan berlari ke kasir Aku hanya bisa menghela nafas dan tersenyum melihat tingkah Ken. Yaa dia benar benar cowo idaman semua cewe. Baik, Perhatian, Pengertian, Lembut, Manis dan suka banget ngasih kejutan kejutan yg bikin jantungan hehehehe Lalu aku berjalan ke arah Ken. Semua belanjaan sudah di masukkan kotak. Ken pun sudah membayarnya. Yaa aku yg tadinya mau menahan Ken untuk tidak membayar highlees itu, sekarang aku hanya bisa pasrah. Setelah semuanya selesai, kita keluar toko dg Ken yg membawa semua belanjaannya sendiri. Ga banyak si, cuma 3 paper bag besar. Tp tau sendiri kan kalo barang branded itu paper bagnya segede apa hehehehe Lalu Ken mengajakku untuk nonton bioskop. Awalnya Ken memilih untuk nonton film horor, tapi aku menolaknya. Karena aku takut pastinya. Aku menyarankan untuk menonton film romantis aja. Tapi sekarang Ken yg menolaknya. Alasannya karena Ken ga mau aku baper dan iri melihat seperti yg ada film hehehehe Ken Ken tau aja si kamu. Akhirnya kita menonton film action. Daripada ga jadi nonton kan, udah terlanjur masuk bioskop juga. Sepanjang film diputar aku fokus menonton. Tapi tidak dg Ken. Ken justru lebih sering menatap ku intens. Yaa melihatku sambil tersenyum. Merasa diperhatikan, akupun menoleh sekilas. Pandangan kita beradu, Ken tersenyum manis dan menautkan tangannya ke tanganku. Akupun membalas senyumannya. Lalu kita kembali fokus menonton filmnya sampai selesai. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Ga terasa 6 jam aku habiskan waktu berdua dg Ken. Seneng rasanya bisa quality time lagi sama Ken setelah sekian lama. Dari ngobrol di cafe, ngemall, sampe nonton bioskop. Berhubung waktu udah malem, kita memutuskan untuk pulang. Ken membukakan pintu mobilnya untukku, Lalu memasangkan seatbelt ku lagi. Hari ini aku benar benar bahagia. Aku diperlakukan dg sangat romantis. Lama lama aku beneran meleleh kalo setiap hari harus bersama Ken seperti ini. Dulu aku sempat membayangkan kejadian hari ini, bisa menghabiskan waktu berdua dg Kaysan. Tapi nyatanya sekarang aku melakukannya dg Ken. Yaa takdir memang tidak pernah ada yg tau. Semesta selalu menghadirkan cerita yg penuh dg kejutan. Ah yaa ngomong ngomong soal Kaysan, Aku jadi memikirkannya lagi. Kemana dia yaa? Kenapa ga mengirimkan chat lagi padaku? Biasanya dia selalu cerewet dan kepo kalo dengar nama baru yg aku sebut. Yaa mungkin dia sibuk, atau ntah lah aku juga ga tau. Sikapnya emang susah ditebak. Akhirnya aku dan Ken sampai di depan rumah. Seperti biasa Ken membukakan pintu mobilnya dan menggenggam tanganku lalu berjalan menuju pintu. Sampai di depan pintu Ken memberikan satu paper bag padaku. Yaa aku tau apa itu, yg pasti itu adalah highlees yg aku taksir tadi di mall. " Ni Ra buat kamu. " Kata Ken sambil memberikan paper bagnya " Ini seriusan Ken? Tapi aku ga enak Ken sama kamu. Masa kita baru ketemu setelah sekian lama dan baru jadian juga, kamu udah ngasih aku barang branded yg mahal. " kataku sambil menerima paper bagnya ragu " Ga papa Ra santai aja. Kamu suka kan? " tanya Ken sambil memajukan wajahnya ke depan wajahku " Hehehehe suka ko, cewe mana yg ga suka dikasih barang branded hehehehe. Ini kamu yg ngasih yaa Ken bukan aku yg minta. " kataku sambil mengangkat paper bagnya di depan muka Ken " Hahahaha kamu yaa bisa aja. iyaa itu aku yg ngasih bukan kamu yg minta. " jawab Ken sambil mengacak rambutku " iiissshhh Ken. yaa udah gih kamu pulang udah malem ga enak sama tetangga, aku juga cape mau istirahat. " kataku agak sedikit kesel karena Ken mengacak rambutku " Ngusir nih ceritanya Hm? yaa udah kamu juga masuk, bersih bersih terus bobo. Ga usah keluar keluar lagi udah malem. " kata Ken yg mulai protect padaku " Ga gitu Ken. Keluar kemana lagi si. Kan udah seharian sama kamu hehehehe. " jawabku gombal sambil ku naik turunkan alisku " Dih gombal. sejak kapan seorang Kyara Adhisti bisa gombal. Jangan jangan udah banyak korbannya yaa hehehehe. " kata Ken meledek dg ekspresi seolah olah berpikir " Enak aja emang aku cewe apaan. " jawabku sambil memukul lengan Ken " Aww sakit Ra. yaa maaf maaf becanda. " kata Ken kesakitan sambil memegang bekas pukulanku " Yaa udah aku masuk yaa Ken. " kataku membalikkan badan dan mau membuka pintu " Eh tunggu Ra. " cegah Ken sambil memegang tanganku " Kenapa Ken? " tanyaku heran " Good night sayang, have a nice dream. Love you. " kata Ken sambil mencium keningku Aku yg lagi lagi terkejut dg sikap Ken hanya bisa diam mematung. Tanpa menunggu balasan dariku, Ken langsung melangkah masuk ke mobil. Ken membunyikan klaksonnya, membuat ku tersadar dari lamunanku. Lalu Ken melambaikan tangan, tersenyum padaku dan melajukan mobilnya. Akupun membalas lambaian tangannya dan tersenyum. Setelah mobil Ken berlalu. Aku segera membuka pintu dan masuk ke kamar. Selesai bersih bersih aku merebahkan tubuhku di kasur sambil menatap langit langit. Hari yg sangat melelahkan tp sangat mengesankan. Aku membayangkan kembali kejadian kejadian yg baru saja aku lewati dg Ken, membuatku senyum senyum sendiri. Yaa aku sangat bahagia, semua yg Ken lakukan cukup membuatku melayang tinggi ke angkasa. Ken memang cowo yg sangat sempurna, mungkin dia lah standar cowo yg di idamkan semua cewe. Yaa secara selain Ken ganteng, dia juga gentle, perhatian, pengertian, baik, lembut, manis, romantis dan selalu memberikan kejutan kejutan yg membuat jantungku berdebar lebih cepat dari biasanya. Beda banget sama Kaysan. Yaa sedang asyik asyiknya mengingat tentang Ken tiba tiba bayangan Kaysan muncul. Dan aku kembali memikirkannya. Lalu aku mengambil HP untuk mengecek apa ada pesan dari Kaysan atau tidak. Karena dari tadi Hpnya aku silent. Selain untuk menghargai Ken, biar ga ribet aja kalo kalo Kaysan chat mulu. Tapi Kaysan sama sekali ga menghubungi ku lagi sampe sekarang. Apa dia marah yaa? Aku jadi bertanya dalam hati. Yg ada hanya chat dari grup temen temen. Grup yg kasih nama BFF Best Friends Forever, yg berisi Aku, Kaysan, Dion, Dinda, Fina, Fandi dan Angga. Yaa pasti isinya merekalah, siapa lagi sahabat ku kalo bukan mereka mereka itu. Aku lalu membukanya. Kaysan : ngumpul yuuukkk di basecamp Dion : tumben bos masih sore gini Fandi : hahahaha ada yg lagi galau nih makannya sore sore ngajak ngumpul Angga : bukan karena gue kan loe galaunya Kay? Kaysan : berisik banget loe pada. gue otw sekarang Dion. : selow bos hahaha Fani. : gue ikut dong, biar ga ketinggalan berita hahahaha Fandi. : dasar Mak lambe hahahaha Dinda. : Kyara mana nih tumben ga nongol Dion. : udah lagi otw kali yang sama Kaysan Dinda. : waaahhhh jangan jangan bukan kabar galau tp kabar bahagia dari mereka berdua nih Dion. : kabar bahagia apa yang? ngaku aja ga pada berani Angga. : kabar bahagianya adalah lusa kita wisuda cuy hahaha Fandi. : hahahaha dasar Loe Fina. : hahahaha ga lucu Membaca chat grup itu membuat ku sedikit bingung. Iyaa tumben juga Kaysan ngajak ngumpul sore sore. Biasanya paling sore itu jam 7, dan itu Kaysan mengirim chat jam 5. Jam dimana aku dan Ken keluar cafe. Deg. Aku jadi berpikir apa jangan jangan Kaysan liat aku dan Ken di cafe. Makannya dia chat aku untuk memastikan dan setelah tau aku pergi sama cowo, dia ga bales lagi. Tapi masa si Kaysan tau? Aku ga melihat dia disana. Terus dia galau kenapa? Apa karena tadi aku bilang lagi pergi sama Ken waktu dia chat. Ah benar benar bikin penasaran. Aku jadi ingin ikut ngumpul di basecamp biar tau cerita sebenarnya. Tapi ga mungkin juga aku keluar karena sekarang udah jam 10, dan belum tentu juga anak anak masih disana. Lagian Ken udah bilang aku ga boleh keluar lagi, terus kalo aku keluar lagi dg diam diam dan akhirnya Ken tau. Bisa gawat dan semakin rumit masalahnya. Heeemmm yaa sudahlah, aku urungkan niatku untuk menyusul ke basecamp. Lebih baik aku chat Kaysan aja, berbasa basi. Niat hati mengetik pesan untuk Kaysan, Ken malah mengirim pesan untukku. Ken : Kan malah online. Ko belum bobo Aku : hehehehe iyaa Ken cuma ngecek aja ko Ken : Ngecek apa? Ngecek aku chat kamu atau ga? (emot senyum) Aku : hehehehe iyaa Ken. Jawabku bohong Ken : aku pasti chat ko sayang (emot senyum) Aku : dasar Stalker (emot ketawa) Ken : biarin ngestalkerin cewe sendiri ga papa dong (emot melet) Aku : iyaa deh iyaa Ken : yaa udah gih bobo udah malem Aku : oke kamu juga Ken Ken : good night sayang (emot cium) Aku : night too (emot cium) Akhirnya aku mengurungkan juga niatku untuk mengirimkan pesan pada Kaysan. Biarlah lain kali aja aku tanya langsung kalo ketemu atau pas lagi ngumpul bareng di basecamp. Akupun mencoba memejamkan mata meski masih banyak pertanyaan di hati dan pikiranku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN