Kesembilan

1802 Kata
(Flashback on) Jam setengah 3 sore ternyata Kaysan sudah ada di depan rumah ku. Aku yg baru keluar dari rumah ga menyadari kehadiran mobil Kaysan. Kaysan melihat ku keluar rumah dg buru buru dan udah rapi, ia jadi mengurungkan niatnya untuk turun menghampiri ku. Kaysan lebih memilih di dalam mobil dan mengamati ku. Lalu aku pergi melajukan mobilku ke Love Story Cafe untuk bertemu Ken. Dan ternyata Kaysan mengikuti ku tanpa aku sadari. Kaysan ikut masuk dan duduk disalah satu meja yg berdekatan dg mejaku dan Ken. Tapi ntah ia mendengar semua pembicaraan ku dan Ken atau ga. Melihat aku bersama Ken. Kaysan memang sengaja mengirim pesan untuk memastikan kejujuran ku. Dan akupun membalas dg berkata jujur. Sampai aku dan Ken keluar cafe, Kaysan masih tetap dalam posisi yg sama.Tapi wajahnya terlihat kurang bersemangat. Yaa mungkin karena sudah tau dan melihat aku bersama cowo lain. Lalu setelah kepergian ku dan Ken. Kaysan mengirim pesan ke grup dan mengajak anak anak untuk berkumpul di basecamp. Waktu itu masih jam 5 sore. Tidak biasanya Kaysan mengajak untuk berkumpul di jam jam segitu. Tapi berbeda untuk saat ini. Mungkin karena ada yg ingin dia curahkan, atau untuk sekedar mengalihkan pikirannya dariku. Jam 5 di basecamp Kaysan sudah datang lebih dulu dan menunggu teman temannya di depan. Yaa karena basecamp itu di kunci, dan kuncinya hanya di pegang Dion. Secara yaa itukan emang rumah milik Dion. Kaysan duduk sambil melihat pesan ku yg terakhir. Yg bilang kalo aku bersama Ken sahabat kecilku. Lalu Kaysan memejamkan matanya, ia tak tidur tapi ia membayangkan apa yg di lihatnya di Cafe. Melihat ku bersama cowo lain dg begitu dekat dan mesra. Kaysan merasa hancur berantakan dan tak punya semangat. Iyaa itulah gambarannya saat ini. Lalu Dion dan Dinda datang. Dion menepuk lengan Kaysan dan menyadarkannya. " Woy bro jangan tidur disitu, masuk yuk. " ajak Dion sambil menepuk lengan Kaysan Kaysan tak menjawab, ia hanya mengikuti langkah Dion masuk ke dalam. Lalu Kaysan menjatuhkan tubuhnya di sofa. Ia duduk sambil menyenderkan kepalanya di sofa, lalu memejamkan matanya lagi. " Kalo ngantuk tidur di kamar, jangan disitu. " kata Dinda sambil melemparkan bantal pada Kaysan " Ga gue ga ngantuk. " jawabnya singkat sambil menangkap bantal yg dilempar Dinda " Terus loe kenapa? Kaya ga ada semangat hidup aja. " tanya Dion sambil duduk di dekat Kaysan " Oh iya Kyara mana? Tumben loe ga bareng dia Kay? " sambar Dinda yg ikut duduk di dekat Dion Kaysan hanya terdiam dan menggerakkan bahunya keatas. Sebenernya Kaysan ingin sekali bercerita, tapi takut dia yg disalahkan dan diejek. Karena selama ini emang salah dia udah ga mau mengakui dan mengungkapkan perasaannya. Padahal anak anak udah sering kali menasehati bahkan menyindir langsung di depanku. Akupun tak tau kenapa Kaysan sampe bisa bertahan untuk menyimpan semua perasaannya hingga detik ini. Aku ingat, Kaysan pernah berkata jika ia ingin menata masa depannya dulu sebelum melangkah dalam hal percintaan. Yaa walaupun dia anak seorang Jenderal, ia tak mengandalkan jabatan dan kekayaan ayahnya. Dia ingin semua yg menyangkut masa depannya itu di rintis dg usahanya sendiri. Biar lebih terasa perjuangan dan bisa menghargai hasil katanya. Memang benar si. Tapi yg namanya hati tetap saja butuh kepastian kan? Sebenernya aku tidak ada masalah untuk masa depan yg seperti apa. Karena selama masih mau berusaha, berjuang pasti akan bisa meraih tangga teratas. Justru akan lebih membanggakan bukan jika semua di lakukan bersama dari awal? Berjuang bersama, jatuh dan bangkit bersama. Asalkan selalu bersama dan tetap berpegang pada satu cinta pasti semua akan bisa di lewati. Ntah bagaimana jalan pikiran Kaysan. Kenapa dia tak berpikir sampai kesitu. Atau mungkin dia tak mau nanti pasangannya akan susah bersama dia, jadi dia harus mempersiapkan masa depannya dulu dg baik. Aku akui terkadang pemikiran cewe dan cowo memang beda. Cowo pasti akan lebih berpikir jauh kedepan jika sudah menyangkut dg keseriusan cinta. Tapi cewe? Yaa kalo cewe yg terpenting adalah kepastian dan kejelasan hubungan dulu, untuk yg lain bisa dipikirkan dan dibicarakan nanti berdua. Benar kan? Yaa kira kira seperti itu. Lalu Fandi dan Angga datang. Mereka lalu duduk di depan Kaysan. " Kenapa bro menyedihkan banget perasaan hehehehe. " kata Fandi menepuk paha Kaysan " Kyara mana ko ga keliatan? " tanya Angga sambil menoleh ke kanan kiri mencari Kyara Fandi langsung menepuk lengan Angga. Dan menaruh jari telunjuk di depan mulutnya yg berarti meminta Angga untuk diam. Lagian Angga dateng dateng malah nanyain Kyara. Udah tau Kaysan lagi panas ngeliat Kyara dan cowo lain. Dan jelas jelas Kaysan sampe sekarang masih cemburu dg Angga. Eh Angga malah nanyain keberadaan Kyara. Bikin Kaysan tambah panas aja. " Sorry maksud gue, biasanya kan loe berdua bareng dia. tumben sekarang sendirian. " kata Angga merasa sedikit bersalah sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal Kaysan tetap diam seribu bahasa. Teman temannya sampe heran. Dan saling mengangkat bahu. Yaa Kaysan yg ngajak ngumpul, tp Kaysan ditanya ga pernah jawab. Otomatis mereka bingung dg sikap Kaysan dong. Lalu Fani datang dan berlari dari pintu ke ruangan dimana anak anak berada. Fani berlari seperti orang tergesa gesa. Seperti habis melihat hantu. Nafasnya pun tersengal-sengal setelah sampai di depan anak anak. " Gue.. gue.. " kata Fani terbata bata sambil mengatur nafasnya " Apaan si Fan gue gue doang ga jelas banget. " tanya Dinda penasaran " Gue.. gue barusan liat Kyara sama cowo masuk mall. Udah gitu gandengan mesra banget. Cowoknya juga ganteng banget lagi, keliatan dewasa. " jelas Fani sambil mengipas ngipaskan tangannya ke depan mukanya. Padahal di dalam ruangan pake AC yaa kan, masa iyaa masih panas. Mungkin maksudnya adalah kejadian yg dia liat yg panas hehehehe. " Huuusssttt. " Fandi menepuk lengan Fani sambil mengkode matanya ke arah Kaysan " Eh maaf maaf. eeee maksud gue ga gitu ko. maksud gue..." Fani belum sempat melanjutkan ucapannya untuk menjelaskan. Tapi Kaysan langsung menjawab " Gue tau ko. " jawab Kaysan sambil beranjak dari kursi menuju kulkas untuk mengambil minuman " Udah cerita aja bro, kaya sama siapa. Lagian kan kita semua udah tau perasaan Loe ke Kyara. Dan kita juga udah tau alesan loe ga mau ngungkapin dulu ke dia. " kata Dion menghampiri Kaysan dan membantunya membawa minuman untuk anak anak yg lain Kaysan lalu kembali duduk dan membuka minumnya. Meminumnya seteguk lalu menaruhnya di atas meja. " Jadi ceritanya... bla bla bla. " Kaysan menceritakan dari awal dia sampai dirumah Kyara hingga Kyara dan Ken pergi dari Cafe. Ia juga menceritakan bagian saat mengirimkan pesan ke pada Kyara untuk memastikan. " Hhhmmm Loe juga si, udah gue bilang dari dulu, ungkapin aja dulu, ngomong aja dulu, biar Kyara tau tentang perasaan Loe. Gue yakin Kyara juga suka sama Loe, tp dia cewe ga mungkin dia yg ngomong duluan. Dia pasti nunggu Loe untuk maju dulu. " kata Dion penuh penekanan karena terlihat gemas dg sikap Kaysan yg tak pernah mau mendengarkan omongannya " Iyaa gue tau gue yg salah. gue yg memilih begini. Makannya gue males cerita karena ujungnya gue yg di salahin. Tp gue ga sanggup kalo mendem semua yg gue liat tadi sendiri. Gue butuh ngeluarin unek unek. " kata Kaysan membuang nafas berat " Kay masa depan cerah yg menjamin memang penting. Tp bagi cewe kepastian dan kejelasan hubungan itu jauh lebih penting. " kata Dinda menepuk nepuk bahu Kaysan berusaha menenangkannya " Iyaa dan gue tau Kyara ko, dia pasti mau diajak berjuang bersama. " kata Fani " Lagian Loe sok Sokan mau pake menata masa depan dulu baru ngomong ke Kyara. Bokap Loe kan jendral, nyokap Loe dokter. Udah kurang apalagi Loe sebagai anaknya. " kata Fandi sambil geleng-geleng kepala " Ck. itu punya bokap nyokap gue. gue pengen gue punya segalanya dari hasil keringet gue sendiri. gue pengen sukses dg usaha gue. tanpa ada embel-embel dan campur tangan bokap nyokap. " kata Kaysan berdecak lalu meminum kembali minumannya " Yaelah bro kalo nunggu sukses dan punya segalanya mau sampe kapan? sampe Kyara nikah sama orang lain. " kata Angga sambil memainkan game di hpnya " Iyaa Kay, buat cewe yg penting cowoknya itu punya pekerjaan, mau berusaha dan tanggung jawab. " kata Dinda yg berlalu ke dapur untuk mengambil makanan Kaysan tak merespon ucapan Dinda. Ia hanya menghela nafas. Lalu ia berpikir, Mungkin bener kali yaa yg diomongin anak anak. Bego banget yaa gue. Kenapa si pendirian gue kuat banget sampe harus ngebiarin Kyara sama cowo lain. Yaa udahlah buat saat ini biarin aja Kyara sama cowo lain, gue akan menata masa depan gue dulu. Nanti kalo gue rasa udah saatnya, gue akan bilang ke Kyara. Dan kalo saat itu tiba semoga gue ga terlambat. Kalopun terlambat, yaa gue akan tetap mencintai Kyara meski dalam diam. Kita liat aja gimana nanti. Kata Kaysan dalam hati. (Flashback off) Jam 10 malam di basecamp Anak BFF masih pada ngumpul. Setelah season curhat dari sore. Mereka sempat makan bersama. Lalu akhirnya sekarang masing-masing disibukkan dg kegiatannya sendiri. Yaa mencari kegiatan yg disukai. Kaysan, Fandi, dan Dion memilih untuk main game. Angga sibuk dg laptopnya. Yaa karena Angga satu satunya dari kami yg sudah berhasil mendapatkan pekerjaan walaupun masih sebagai karyawan kontrak, tp itu sudah cukup membuktikan kalo Angga hebat. Karena meskipun belum resmi wisuda, dia sudah bekerja. Sedangkan para cewe cewe, Dinda dan Fani lebih memilih untuk menonton film. Sesekali Kaysan menatap HP nya. Dan kadang membukanya sebentar. Ntah apa yg dia liat. Atau mungkin dia sedang menunggu pesan dari seseorang. Dion yg melihat tingkah Kaysan lalu menegurnya. " Kalo mau chat, chat aja ga usah gengsi. " Kata Dion sambil tetap menatap layar PS " Jangan bilang Loe nunggu Kyara chat duluan. " Fandi ikut bersuara sambil menengok Kaysan sekilas " Apa gue aja yg chat Kyara? " sambung Angga lalu tertawa mengejek " Sialan Loe Angga. Ga usah biar gue aja. Nanti gue pasti chat ko. " jawab Kaysan sambil fokus pada gamenya " Nanti kelamaan mending sekarang aja. " kata Angga yg tetap berkutat dg laptop dan kertas " Iyaa iyaa gue chat, ternyata Loe semua lebih berisik daripada Dinda dan Fani yaa. " jawab Kaysan ketus lalu mengambil hpnya " Yaa abis Loe, bego ko di pelihara. Katanya cowo terkeren dan terpinter di kampus. Tapi urusan cintanya minus hahahaha " kata Dion lalu tertawa diikuti Fandi dan Angga Kaysan mengambil HPnya dan menekan aplikasi chat. Lalu dia menekan kontak namaku. Kaysan melihat statusku yg online, agak sedikit heran. Tumben Kyara online? Biasanya jam segini udah tidur. Apa jangan-jangan lagi chat sama cowo yg tadi yaa? Kaysan yg awalnya sudah mengetikkan sebuah kalimat, lalu menghapusnya lagi. Yaa Kaysan takut mengganggu chatingan Kyara. Sebenarnya yg Kaysan takutkan adalah ketika melihat Kyara online, dan dia sudah mengirimkan chat, lalu Kyara tidak langsung membukanya. Itu malah terasa lebih menyakitkan untuk Kaysan. Jadi ia meletakkan Hpnya lagi di lantai dan mengurungkan niatnya untuk mengirimkan pesan pada Kyara. Lalu kembali melanjutkan bermain game.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN