Kesepuluh

2183 Kata
Alarm ku berdering tanda kalo sekarang sudah jam 5 pagi. Aku mengerjapkan mata dan tanganku meraba-raba HP untuk mematikan alarm. Saat aku sudah mematikan alarm, ada pesan masuk dari Ken. Ken : Pagi sayang. Udah bangun belum? Aku.: Pagi juga Ken. Baru bangun nih Ken : Belum sholat dong berarti? Aku : Belum Ken hehehehe baru mau Ken : Oh ya nanti kamu ada acara ga Ra? Aku : Ga ada si Ken paling cuma jemput mamah papah di Bandara Ken : Oh om Rama dan Tante Ranti pulang? Jam berapa kamu ke Bandara nya? Aku : Iyaa Ken kan besok aku wisuda. Belum tau Ken mamah papah belum ngabarin Ken : Iyaa sayang aku inget ko besok kamu wisuda. Oh oke deh nanti kabarin aja yaa Ra? Kalo pas mendekati jam makan siang, aku nyusul kesana. Aku : Iyaa Ken. Emang ga papa gitu? Ken : Ga papa Ra kan pengen ketemu camer hehehehe Aku : Heeemmm iyaa deh. yaa udah aku mau sholat dulu yaa Ken. Ken : oke sayang (emot cium) Aku : (emot cium) Pagi yg membuatku semangat. Beda dari pagi pagi biasanya. Yaa mungkin karena sekarang sudah ada Ken di hidupku. Membuat hari hari ku menjadi lebih berwarna. Ternyata gini yaa rasanya punya pacar hehehehe Kalo kalian tanya kenapa Ken mengirim pesan sepagi itu. Karena Ken memang anak yg rajin dan Sholeh. Yaa dia tak pernah melewatkan sholat 5waktu. Jadi setiap pagi pasti dia bangun saat waktu subuh. Benar benar suami idaman. Udah ganteng, mapan, baik, perhatian, pengertian, manis, lembut, sopan ditambah Sholeh lagi. Cewe mana yg ga mau coba sama cowo begitu. Dan orang tua mana yg ga seneng kalo punya menantu sesempurna itu. Aku turun dari tempat tidur menuju kamar mandi. Selesai mandi, barulah aku sholat subuh. Setelah sholat, aku merapikan alat sholat dan merapikan tempat tidur. Lalu aku berjalan menuju dapur. Yaa aku mau memasak. Dari SMA semenjak tinggal bersama nenek aku selalu memasak sendiri. Aku juga melakukan pekerjaan rumah sendiri. Dari mulai ngepel, nyapu, dan beres beres rumah. Masakan ku memang tak seenak master chef Indonesia. Tapi lumayan lah untuk menggoyang lidah hehehehe Berhubung hari ini mamah papah mau datang. Jadi hari ini aku masak besar. Bukan ukuran masakannya yg besar, maksudnya makanannya dalam jumlah banyak. Yaa aku memasak gurame asam manis, cumi pedas, udang goreng tepung dan tempe goreng. Dirumah nenek tempe goreng adalah makanan wajib yg harus selalu ada. Apapun masakan yg lainnya, yg pasti tempe goreng tak boleh ketinggalan dan kelupaa. Karena nenek penyuka tempe goreng. Bahkan nenek bisa makan hanya dg tempe goreng aja. Yaa namanya kesukaan yaa kan. Saat lagi asyik memasak. Tiba tiba nenek datang menghampiri ku. " Mau nenek bantu Ra? " tanya nenek sambil melihat wajan berisi cumi pedas " Ga usah nek. Ini juga udah mau selesai. Nenek mau Kyara bikinkan teh hangat? " kataku sambil mengolah makanan di wajan " Nenek bisa bikin sendiri sayang. Kapan mamah papah mu sampe Ra? " kata nenek dg melangkah mengambil gelas lalu menuangkan air teh kedalamnya " Belum tau nek, mamah papah belum telpon. Kyara juga lupa menanyakannya hehehehe. " jawabku mematikan kompor dan menaruh cumi dalam piring sambil unjuk gigi menoleh ke arah nenek " Ooohhh yaa sudah sini nenek bantu menyiapkannya ke meja. " pinta nenek sambil mengambil piring yg sudah berisi masakan Lalu aku dan nenek menata makanan di meja makan. Setelah dirasa sudah rapih dan lengkap. Aku langsung membersihkan alat masak yg kotor lalu membereskan dapur. Sedangkan nenek melangkah ke ruang tv sambil membawa teh dan roti. Setelah urusan dg dapur selesai. Aku melanjutkan untuk beres beres rumah. Selesai semua dg pekerjaan rumah, aku menuju kamar untuk ganti baju. Lalu aku kembali ke meja makan. " Ayoo sarapan nek. " tawar ku dg suara agak sedikit berteriak karena nenek yg berada di ruang tv. Sebenernya dapur dan ruang tv jaraknya tak jauh, hanya saja rumah ini sangat luas jadi terkesan jauh. " Kamu sarapan duluan aja Ra. " kata nenek juga sedikit berteriak tanpa mengalihkan pandangannya dari Tv Yaa nenek emang begitu, kalo udah nonton TV pasti akan susah untuk beranjak. Ngomong ngomong kalian pasti mengira kalo nenekku itu adalah nenek tua renta yg peot. Tapi kalian salah besar. Meski usia nenek udah 62th tp nenek masih terlihat cantik segar dan energik. Wajahnya mirip artis legend Widyawati. Canti kan? Aku lalu mengambil nasi dan lauk pauk yg serba seafood itu. Selesai sarapan, tak lupa aku mencuci piring. Setelahnya aku kembali ke kamar. Aku membuka HP, aku melihat Kak Ivan kakak Kaysan memasang status jika dia akan kembali ke Jogja. Jadwal penerbangan yg sama dg mamah dan papah. Itu berarti mereka akan landing bersama. Atau bisa jadi mereka berada di pesawat yg sama. Waaahhhh gawat dong kalo sampai Kaysan jemput Kak Ivan di bandara. Apa yg harus aku lakuin nanti? Udah gitu Ken juga bilang akan menyusul. Aku menepuk jidat setelah memikirkan semuanya. Selama ini kak Ivan bekerja di Jakarta. Mungkin dia pulang karena adiknya Kaysan besok akan wisuda. Matahari sudah mulai meninggi. Yaa sekarang sudah jam 11 siang. Saat aku sedang melakukan ritual make up. Tiba-tiba hpku berdering. Ternyata mamah yg nelpon. Dengan buru buru aku mengangkatnya. " Sayang mamah udah landing. mamah tunggu di cafe dekat bandara yaa. " katanya dg suara langkah terburu buru " Iyaa mah, Kyara otw sekarang. " jawabku singkat Setelah mamah mematikan telponnya. Aku langsung menyambar cardigan mocca. Hari ini aku hanya memakai celana bahan warna mocca, tank top hitam dan cardigan mocca. Sangat simpel kan, rambutpun aku biarkan tergerai. Karena aku memang suka menggerai rambut. Aku keluar kamar dan menguncinya lagi. Saat melewati nenek, aku tak lupa berpamitan padanya. " Nek aku jemput mamah papah yaa. " pamitku sambil mencium tangan nenek " Hati hati yaa sayang. " jawab nenek singkat " Assalamualaikum nek. " kataku sambil berlalu di depan nenek " Waalaikumsallam. " jawab nenek yg masih fokus menatap layar TV Begitu aku masuk mobil dan akan menyalakan mesin. Tiba-tiba hpku berdering lagi. Kali ini telpon dari Ken. " Assalamualaikum sayang. Lagi dimana? " tanyanya dg suara lembut " Waalaikumsallam Ken. Nih mau otw jemput mamah papah ke Bandara. " jawabku sambil memasukkan earphone ke telinga dan mulai menyalakan mesin mobil. " Ooohhh mau aku jemput atau ketemu disana? " tawar Ken " Eeemmmm ketemu disana aja Ken. Aku udah jalan. " jawabku sambil terus fokus melihat ke depan " Oke deh aku otw yaa sayang. " jawabnya singkat " Tapi kan ini belum jam makan siang Ken. Emang ga papa kamu keluar kantor? " tanyaku sambil melirik jam tangan " Ga papa sayang kan mau ketemu camer hehehehe, aku udah ijin ko. Lagian kerjaan aku udah selesai. " jelasnya sambil tertawa kecil " Ooohhh oke deh. hati hati yaa Ken. see you. " kataku dg cepat " Kamu juga yaa sayang. see you baby. " jawabnya singkat Aku melajukan mobil dg kecepatan sedang. Hanya 30menit jarak dari rumah ke Bandara. Jam 11.30 aku udah sampai Bandara. Saat aku melangkah menuju Cafe, tiba-tiba ada yg menyamai langkahku. " Hai sayang, buru buru banget. Sampe ga sadar aku disini. " sapanya sambil tersenyum " Eh Ken kamu udah sampe? Maaf soalnya takut mamah papah nunggu lama. " jawabku sambil tersenyum dan tersepona dg penampilan Ken Iyaa Ken yg memakai baju kerja, meski hanya Hem panjang dan celana bahan tp terlihat sangat mempesona dan berkharisma. Lengan kemeja yg di gulung sampai siku membuatnya semakin terlihat keren. Pokoknya di jamin cewe cewe bakal betah menatapnya. Iyaa karena sepanjang aku dan Ken berjalan, banyak pasang mata cewe yg ga lepas menatap Ken. Lalu kami berdua sampai di cafe dan masuk ke dalam. Disitu aku sangat terkejut. Karena benar saja jika Kaysan menjemput Kak Ivan. Dan mereka lagi bareng sama mamah dan papah. Iyaa mereka berada di satu meja yg sama. " Kyara. " teriak mamah sambil melambaikan tangan " Hei, kamu ga papa kan sayang? Ayoo mamah kamu udah manggil tuh. " kata Ken sambil merangkul pundakku " Eh iyaa ayoo Ken. " jawabku sedikit gugup sambil melihat tangan Ken di pundakku lalu melihat kearah Kaysan Kami melangkah mendekati mereka. Aku menangkap ekspresi wajah Kaysan. Dia terlihat memalingkan muka saat Ken meletakkan tangannya di pundakku. Lalu sekarang wajah cuek dan jutek yg di pasangnya. Akupun hanya bisa menghela nafas dan tetap tersenyum walau dg perasaan yg tak bisa dijelaskan. " Mah pah. " sapa ku sambil mencium tangan mereka " Om Tante. " lanjut Ken yg juga ikut mencium tangan mamah papah " Siapa Ra? " tanya papah " Ini Ken pah yg anaknya Tante Mira. " jawabku sambil menoleh ke arah Ken " Mira yg dulu tetangga kita? Bukannya kalian sekeluarga pindah ke Solo? " tanya papah lagi sambil mencoba mengingat ngingat " Iyaa saya Ken Om. Iyaa mamah papah emang di Solo. Tapi saya dipindah ditugaskan disini Om. " jawab Ken sambil tersenyum dan menundukkan kepalanya " Kamu udah kerja? " tanya Mamah heran " Udah Tante. " jawab Ken singkat sambil tersenyum " Bukannya kamu seumur Kyara yaa? Tp ko udah kerja. Kyara aja baru mau wisuda besok. " tanya Mamah sambil mengerutkan kening seolah tak percaya dg ucapan Ken " Iyaa Tante, Alhamdulillah aku lulus lebih cepat dan langsung dapet kerjaan. " jawab Ken sambil tersenyum lagi " Kerja dimana Ken? " tanya papah antusias " Di salah satu perusahaan arsitektur om. " jawab Ken singkat " Jadi kamu arsitek? " tanya papah membelalakkan matanya seolah tak percaya dan terkejut " Iyaa Om. " jawab Ken singkat sambil tersenyum Mendengar obrolan mamah papah dan Ken, aku sesekali melirik ke arah Kaysan. Kaysan terlihat cuek dan terus bermain HP. Berbeda dg Kak Ivan, Kak Ivan terus memperhatikan obrolan mereka dan melihat ke arah Kaysan. " Keren dong yaa. Pantesan ada yg kalah start. " kata Kak Ivan menyindir Kaysan " Apaan si Kak. " jawab Kaysan jutek. Yang lain hanya tersenyum mendengarnya " Hai imut ko ga nyapa Kakak dari tadi. Mentang-mentang udah ada yg lebih cakep disebelahnya nih. " kata Kak Ivan sambil tersenyum jail padaku " Hehehehe apaan si Kak. Maaf kak, Kak Ivan apa kabar? " tanyaku sambil tersenyum malu " Kakak baik. Tp kayaknya lagi ada yg ga baik nih. " jawab Kak Ivan sambil melirik Kaysan lalu tersenyum padaku " Ooohhh kakak lama disini? " tanyaku mengalihkan pembicaraan " Belum tau, tadinya si mau sebentar doang. Tapi kayaknya ada yg menarik untuk tinggal lebih lama. " jawab Kak Ivan yg masih sesekali melirik Kaysan dan tersenyum Ken yg melihatku dan memperhatikan sikap Kak Ivan, sedikit menaruh curiga. Bukan curiga si, tp penasaran lebih tepatnya. Penasaran siapa Kak Ivan dan siapa Kaysan. Aku yg bisa menangkap sinyal Ken lalu mengenalkan padanya. " Oh iya Ken, ini Kak Ivan kakaknya Kaysan. Dan ini Kaysan sahabat aku. " jelasku pada Ken sambil menunjuk Kak Ivan dan Kaysan satu persatu Ken hanya mengangguk tersenyum dan berjabat tangan dg mereka. Kak Ivan menyambutnya dg senyuman tp Kaysan? Kaysan masih nampakan wajah dinginnya pada Ken. Setelahnya... " Pulang yuuukkk kak udah siang, mamah papah pasti udah nungguin dirumah. " ajak Kaysan untuk menghindari ku dan Ken Yaa dari tadi Kaysan sama sekali tak menyapaku. Melihatku aja ga. Hanya sesekali melirik saat aku terlibat percakapan dg kak Ivan dan Ken. " Yaa udah ayoo. Udah panas juga kan, tambah panas nanti. " jawab Kak Ivan sambil tersenyum jail menyindir Kaysan " Paan si. " jawab Kaysan jutek " Om Tante, imut dan Ken kita pamit dulu yaa. " pamit kak Ivan sambil mencium tangan mamah papah lalu berjabat tangan dg Ken dan aku " Pamit dulu semuanya. " pamit Kaysan mengikuti apa yg dilakukan kak Ivan sambil menundukkan kepalanya Tapi saat berjabat tangan dg ku. Kaysan menahannya, yaa kami berjabat tangan cukup lama. Kaysan menatapku intens, sampai aku jadi salah tingkah. Ada rasa bersalah, rasa penasaran, pokoknya semua rasa menjadi satu saat ditatap Kaysan. Akupun hanya menatapnya sebentar lalu menundukkan pandangan ku. Melihat aku menunduk, Kaysan melepaskan tangannya. Lalu berlalu begitu saja di hadapan ku tanpa ada kata dan senyuman. Ken yg dari tadi memperhatikan ku. Lalu merangkul ku dan membawa ke dalam pelukannya. Lalu kami pun pergi dari bandara menuju rumah. Tapi saat sampai di parkiran mobil. " Maaf om tante, aku ga bisa ikut ke rumah karena harus balik ke kantor. " kata Ken sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada " Oh iyaa ga papa Ken. Kapan kapan main ke rumah yaa atau ke Jakarta juga boleh. " kata Mamah yg terlihat sangat menyukai Ken " Iyaa Tante insya Allah. Kalo untuk ke Jakarta doain aja yaa om tante biar kita berjodoh, jadi nanti Ken main kesana. " " Kalo berjodoh main doang nih ke Jakarta? Ga bawa Mira sama Hendra? " tanya papah meledek sambil tersenyum " Oh itu pasti dong om kalo memang berjodoh. " kata Ken sambil tersenyum dan melihat ke arah ku " iyaa udah gih nanti telat dimarahin bos Lo. " kataku mengusir Ken untuk menghindari pertanyaan pertanyaan aneh dari mamah papah " iyaa sayang. saya pamit dulu yaa om tante. Assalamualaikum. " kata Ken sambil mengacak rambutku lalu mencium tangan mamah papah " Waalaikumsallam. " jawab mamah papah kompak
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN